Ekspansi bisnis, Indofarma kembangkan obat kanker generik
Kerja sama ini guna membantu masyarakat mendapatkan harga obat yang terjangkau namun tetap berkualitas tinggi.
PT Indofarma Tbk (INAF), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang farmasi, mengaku sedang menjajaki dua bentuk kerja sama guna mengembangkan produknya ke depan. Perseroan tengah mengembangkan produk serum darah khususnya albumin dan produk onkologi atau obat kanker.
"Kerja sama ini guna membantu masyarakat Indonesia untuk mendapatkan harga obat dengan terjangkau namun kualitas tinggi. Mudah-mudahan akan terealisasikan tahun ini atau paling telat tahun depan," ujar Direktur Utama INAF Elfiano Rizaldi saat acara PT INDOFARMA Tbk "Temu Media" di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Senin (13/5).
Tujuan dari kerja sama ini untuk menawarkan variasi produk perawatan penyakit kepada masyarakat. "Selama ini kan jarang kita temukan obat untuk darah, yang ada hanya tranfusi darah saja," jelas dia.
Nantinya, melalui kerja sama ini juga akan menghemat harga produk obat kanker dan darah. "Albumin kita sampai sekarang kan masih impor, kalau ini bisa kita kembangkan maka biayanya jauh lebih murah dari impor tinggal 40 persen saja. Kalau saat ini kan harga albumin Rp 800-900 ribu nantinya adanya albumin dari kita jauh lebih murah kan," ungkapnya.
Perseroan sepakat untuk menggandeng partner lokal dan asing dalam menyukseskan rencana ini. Namun sayangnya Elfiano enggan menyebut nilai investasi yang dikeluarkan untuk kerja sama ini. "Nantinya kalau jadi ya mudah-mudahan dapat kerja sama dengan PMI dan pihak swasta dan untuk produk kanker dengan salah satu perusahaan obat di Eropa," kata dia.
Melalui kerja sama ini sejalan dengan visi perseroan sebagai produsen obat generik untuk terus dapat menerobos pangsa pasar obat generik agar semakin lengkap. Selama ini perseroan terkendala dengan teknologi farmasi.
"Kami susah menyamakan teknologinya karena ini kan bioteknologi makanya tidak mudah," tutup dia.
(mdk/bmo)