LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ekonomi Mulai Pulih, Aprindo Prediksi Ada Ekspansi Besar di Sektor Ritel

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey memprediksi akan terjadi ekspansi yang cukup besar di sektor ritel, seiring pulihnya perekonomian dampak pandemi covid-19. Misalnya untuk supermarket diprediksi akan berekspansi hingga 5-6 gerai di tahun 2022 ini.

2022-05-09 12:46:04
Bisnis Ritel dan Waralaba
Advertisement

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey memprediksi akan terjadi ekspansi yang cukup besar di sektor ritel, seiring pulihnya perekonomian dampak pandemi covid-19. Misalnya untuk supermarket diprediksi akan berekspansi hingga 5-6 gerai di tahun 2022 ini.

"Supermarket juga aka nada ekspansi tahun ini, supermarket yang tahun lalu hanya sekitar 2-3 gerai yang diekspansikan tahun ini diperkirakan bisa 5-6 gerai," kata Roy dalam acara Nasib industri ritel pasca Lebaran, Senin (9/5).

Sementara, untuk minimarket tahun lalu hanya berekspansi 600 minimarket per 1 perusahaan ritel, maka tahun ini diprediksikan bisa sampai 800-900 gerai. Lalu, untuk Hypermarket yang tahun lalu berekspansi sekitar 1-2 gerai, tahun ini bisa berekspansi sampai 4-5 gerai.

Advertisement

"Jadi pertumbuhan ritel adalah pertumbuhan dari ekspansi store, yang akan menimbulkan market baru, konsumen baru, dan juga produktivitas yang baru. Oleh karena itu pertumbuhan ritel ini ketika pandeminya sudah mulai turun maka bisa berakselerasi kembali," jelasnya.

Dia menjelaskan, ada 3 strategi Aprindo supaya bisa tetap bertahan dari dampak pandemi covid-19. Di antaranya, melakukan efisiensi, kemudian berusaha menggandeng kemitraan-kemitraan. Baik itu kemitraan sesame ritel maupun kemitraan dengan marketplace.

"Lalu kerja sama dengan pihak asing sebagai pembelian saham. Ini beberapa hal yang membuat kita terus bertahan disamping kita ketahui equity yang terpakai pada 2 tahun lalu sedang diupayakan kembali dengan kolaborasi dan akuisisi dan penambahan modal kerja," ujarnya.

Advertisement

Dia menegaskan, upaya-upaya tersebut diusahakan sendiri oleh masing-masing perusahaan ritel, yang artinya belum ada bantuan dan dukungan apapun dari Pemerintah. "Maka kami menyuarakan agar sektor ritel menjadi sektor prioritas karena memberi kontribusi langsung pada PDB," tandasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Muncul Wacana Moratorium Minimarket di Kota Bogor
Cegah Kerumunan, Pemprov DKI Larang Mal Gelar 'Midnight Sale' Jelang Lebaran
Alfamart Setop Jual Kinder Joy Imbas Dugaan Mengandung Bakteri Salmonella
Kinerja Penjualan Eceran Meningkat di Maret 2022
Mal Hingga Restoran di Wilayah PPKM Level 2 Bisa Buka Sampai Pukul 22.00
Intip Daftar 10 Orang Terkaya Dunia 2022 dari Bisnis Ritel

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.