LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ekonomi Indonesia Dinilai Mulai Adaptif Terhadap Pandemi Covid-19

Ekonom Universitas Indonesia, Fitrah Faisal Hastiadi, mengatakan saat ini kondisi Indonesia mulai solid. Perekonomian nasional juga mulai adaptif sehingga bisa membantu saat pemerintah ingin mempercepat stimulus fiskal.

2020-11-07 17:00:00
Virus Corona
Advertisement

Ekonom Universitas Indonesia, Fitrah Faisal Hastiadi, mengatakan saat ini kondisi Indonesia mulai solid. Perekonomian nasional juga mulai adaptif sehingga bisa membantu saat pemerintah ingin mempercepat stimulus fiskal.

Dunia internasional, kata Fitra, melihat pertumbuhan ekonomi nasional hanya minus 1,5 persen secara tahunan. Mereka optimistis pada 2021 pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 6 persen.

"Kalau kata IMF (pertumbuhan ekonomi) tahun 2020 (Indonesia) minus 1,5 persen tapi di tahun 2021 tumbuh 6 persen," kata dia dalam diskusi Polemik Trijaya bertajuk Efek Resesi di Tengah Pandemi, Jakarta, Sabtu (7/11).

Advertisement

Menurut Fitrah, perlambatan ekonomi yang terjadi di Indonesia akibat dari kepanikan global. Sementara selama ini pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang konsumsi domestik. Sehingga untuk bisa kembali seperti keadaan semua akan lebih memungkinkan.

"Kita tidak terlalu hubung dengan global, pertumbuhan ekonomi kita ini faktor domestik," kata dia.

Advertisement

Pemerintah Diingatkan PSBB Berperan Tekan Perekonomian

Fitrah menambahkan penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta beri pengaruh pada pertumbuhan ekonomi nasional. Dia membandingkan penerapan PSBB pertama diawal virus menyebar dengan dikembalikannya PSBB transisi menjadi PSBB (PSBB kedua).

Dari indikator PMI, penerapan PSBB sangat berpengaruh. Sebelum pandemi Covid-19, indeks PMI berada di level 51. Indeks PMI turun di bulan Februari-Maret menjadi 47.

Saat penerapan PSBB pertama, indeks PMI turun menjadi 27. Lalu saat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan PSBB transisi, di Agustus indeks PMI meningkat ke level 58. Namun, ketika diberlakukan kembali PSBB, indeks PMI kembali turun di level 47.

"Ketika PSBB (kedua) anjlok di level 47. Anjloknya lebih sedikit tetapi ini sudah untuk kembali lagi," kata Fitrah.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.