LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ekonomi China dan Jepang pulih, neraca perdagangan bisa positif

Pulihnya negara maju diprediksi bantu pangkas defisit perdagangan yang selama ini jadi sorotan.

2013-10-21 17:47:00
ekspor impor
Advertisement

Menteri Keuangan, Chatib Basri, sumringah dengan data-data perkembangan ekonomi negara maju. Selepas China pada triwulan III berhasil tumbuh 7,6 persen, Jepang dilaporkan turut menuai capaian positif dengan peningkatan ekspor 14,7 persen pada periode yang sama.

Chatib percaya, perkembangan itu bisa mendorong sektor riil, terutama perdagangan Indonesia ke negara-negara tersebut. Sebab China dan Jepang merupakan negara tujuan ekspor terbanyak Tanah Air.

"Dengan China menguat, kemudian sekarang Jepang, serta Amerika menguat, permintaan ekspor kita ke sana bisa ikut menguat. Sehingga ada harapan pertumbuhan neraca perdagangan," ujarnya di komplek DPR, Jakarta, Senin (20/10).

Advertisement

Menkeu masih menunggu data Badan Pusat Statistik (BPS) awal November nanti buat memastikan dampak positif tersebut. Namun dia yakin, tren surplus yang berhasil dicapai pada neraca perdagangan Agustus, dapat berlanjut. Minimal, kalaupun defisit, nominalnya bakal kecil.

"Dugaan saya kemungkinannya masih bisa surplus, kalau defisit kecil sekali. Ini sejalan dengan kondisi globalnya mulai membaik dan ekspor kita meningkat. Kan data China membaik, berarti itu tiga bulan lalu, semoga dampaknya mulai terasa sekarang," urai Chatib.

Untuk sementara, fokus pemerintah menjalankan paket kebijakan ekonomi yang dilansir Agustus lalu. Ditambah lagi, Chatib berharap impor produk minyak dan gas (migas) bisa ditekan agar terus turun sampai akhir tahun. Dengan demikian, neraca pembayaran yang selama ini tergerus akibat defisit perdagangan bisa membaik.

Advertisement

"Kita tetap berharap dari kebijakan kemarin, kita sudah punya surplus karena impor minyak turun. Kalau itu saja kita bisa pertahankan terus, neraca perdagangan defisitnya akan mengecil. Fokus saja di situ, sembari kita berharap ekspor bisa naik," ucapnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.