Ekonomi berkembang, minat warga Sukabumi jadi TKI menciut
"TKI bukan menjadi pilihan, walaupun masih ada beberapa warga yang berminat tetapi jumlahnya kecil."
Warga Kota Sukabumi, Jawa Barat sudah tidak lagi berminat menjadi pekerja migran. Ini terlihat dari jumlah warga yang mendaftar untuk menjadi buruh di luar negeri terus menurun setiap tahun.
"TKI bukan menjadi pilihan, walaupun masih ada beberapa warga yang berminat tetapi jumlahnya kecil," kata Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi Iyan Damayanti, seperti diberitakan Antara, Selasa (4/4).
Berdasarkan data Disnaker Kota Sukabumi, sebanyak 5.188 orang mendapatkan pekerjaan tahun lalu. Dari jumlah sebesar itu, hanya 52 orang yang menjadi pekerja migran di Malaysia, Singapura, dan beberapa negara Timur Tengah."
Selebihnya, sebanyak 324 orang bekerja di sektor retail, 1.370 orang di sektor industri. Kemudian, 277 orang magang di hotel dan kapal pesiar, 221 orang di perbankan, 165 orang di jasa pembiayaan, dan 2.781 orang di sektor jasa lainnya.
Iyan menegaskan, pihaknya tetap mengawasi proses rekrutmen calon pekerja migran. Bagi masyarakat ingin menjadi pekerja migran diminta melengkapi persyaratan administrasi sebelum mendaftar ke disnaker.
(mdk/yud)