LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ekonom Nilai Kekhawatiran Akan Resesi Ekonomi Dunia Terlalu Dini

Chief Economist and Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Katarina Setiawan, mengomentari isu resesi ekonomi yang tengah merebak. Diketahui, isu ini muncul di tengah perlambatan ekonomi Amerika Serikat (AS). Pelaku pasar khawatir akan terjadi resesi dalam 12 sampai 24 bulan ke depan.

2019-05-02 22:09:37
Krisis ekonomi
Advertisement

Chief Economist and Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Katarina Setiawan, mengomentari isu resesi ekonomi yang tengah merebak. Diketahui, isu ini muncul di tengah perlambatan ekonomi Amerika Serikat (AS).

Di tengah perlambatan ekonomi Amerika Serikat tersebut, terlihat adanya inversi imbal hasil, di mana imbal hasil obligasi jangka panjang pernah berada di level lebih rendah daripada imbal hasil obligasi jangka pendek. Hal ini membuat pelaku pasar khawatir akan terjadi resesi dalam 12 sampai 24 bulan ke depan.

Katarina mengatakan, masih terlalu dini jika mengkhawatirkan akan terjadi resesi ekonomi. Sebab kondisi perekonomian global saat ini berbeda dengan waktu-waktu sebelumnya.

Advertisement

"Terlalu dini untuk mengatakan resesi akan terjadi, karena kondisi saat ini berbeda dengan sebelumnya," ucap Katarina Setiawan dalam acara Market Update di Jakarta, Kamis (2/5).

Dia menjelaskan, pada periode ini arah kebijakan The Federal Reserve System (The Fed) lebih akomodatif di tahun 2019 dengan memberi sinyal akan menahan suku bunga acuan.

"The Fed beranjak menjadi dovish, sementara pada periode sebelumnya The Fed terus menaikkan suku bunga," jelas Katarina.

Advertisement

Selain itu, periode inversi imbal hasil kali ini hanya terjadi selama 7 hari. Hal ini tentu berbeda dengan periode resesi sebelumnya. Menurut dia, akan terjadi resesi bila inversi imbal hasil lebih dari 4 bulan.

"Ini bukan sinyal yang kuat (akan terjadi resesi ekonomi). Karena tahun ini periode inversi imbal hasil hanya 7 hari. Pada periode-periode sebelumnya inversi terjadi selama lebih dari 4 bulan," tandasnya.

Baca juga:
Laporan PBB: 114 Juta Orang di 53 Negara Kelaparan Parah
Bank Indonesia Bocorkan Rahasia Indonesia Mampu Menahan Gejolak Ekonomi 2018
Cerita Sri Mulyani Sulit Beli Susu Saat Krisis Ekonomi 98
4 Presiden di Negara Ini Pilih Mundur karena Tak Bisa Perbaiki Ekonomi
Sri Mulyani soal Krisis 1998: Indonesia Lambat Pulih Dibanding Thailand dan Korea
Kekacauan Venezuela di Tengah Kegelapan
Sri Mulyani: Isu 2018 Krisis Ekonomi Itu Hoaks

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.