Efek Positif Meredanya Perang Dagang buat Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyambut baik keputusan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan China terkait perang dagang. Darmin mengungkapkan, adanya perang dagang membuat ekonomi global mengalami ketidakstabilan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyambut baik keputusan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan China terkait perang dagang. Darmin mengungkapkan, adanya perang dagang membuat ekonomi global mengalami ketidakstabilan.
Indonesia turut merasakan dampak tersebut dengan melemahnya nilai tukar rupiah. Namun beruntungnya, rupiah kembali mulai menguat.
"Perang dagang, perlu rupiah menguat meski sudah menguat di akhir Oktober lalu," ujar dia di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (3/11).
Dia mengungkapkan, saat ini rupiah mengalami penguatan paling besar dibandingkan dengan mata uang negara lain.
"Melihat negara-negara ASEAN dan emerging market yang besar-besar, maka sebulan terakhir ini rupiah mengalami peningkatan dan penguatan terdepan," kata dia.
Oleh sebab itu, dengan meredanya perang dagang, Darmin berharap rupiah bisa terus menguat. Selain itu, gencatan senjata di perang dagang ini akan membuat pemerintah lebih leluasa dalam menjalankan program-programnya.
"Oleh karena itu, perang dagang semakin mereda, kita akan bisa menjalankan program-program ekonomi yang lebih baik," tandas dia.
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Sri Mulyani Sebut Gencatan Perang Dagang AS-China Bisa Tenangkan Pasar
Perang Dagang, AS-China Gencatan Senjata Selama 90 Hari
Perang Dagang AS-China Bayangi Pertemuan G20
Dampak Perang Dagang, Industri Dari China dan Prancis Pindah Ke Indonesia
Mantan Menteri Energi Era Soeharto Beberkan Tantangan Indonesia ke Depan
Menko Darmin: Indonesia Bersaing Manfaatkan Perang Dagang Dengan Malaysia