LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Edukasi Jadi Kunci Perangi Peredaran Film Bajakan di Indonesia

Country Manager Viu Indonesia, Varun Mehta mengakui bahwa amat sulit untuk memberantas peredaran konten film ilegal di Indonesia. Sebab, meski sudah ada upaya yang dilakukan, namun film bajakan tetap merajalela di Indonesia.

2019-03-06 16:42:33
Industri kreatif
Advertisement

Country Manager Viu Indonesia, Varun Mehta mengakui bahwa amat sulit untuk memberantas peredaran konten film ilegal di Indonesia. Sebab, meski sudah ada upaya yang dilakukan, namun film bajakan tetap merajalela di Indonesia.

"Impossible to do something about it. Karena kita bisa bantu beri tahu di tempat ini ada pembajakan, tapi itu berhenti ada satu lagi yang membangun. Bagaimana caranya kita bisa stop semua," kata dia, saat ditemui, di Kompleks Kampus IKJ, Jakarta, Rabu (6/3).

Menurut dia, hal yang mesti dilakukan adalah melalui edukasi pada masyarakat akan pentingnya berpindah dari kebiasaan menonton konten bajakan menuju kebiasaan baru, yaitu menonton konten yang legal.

Advertisement

"Masalahnya bukan itu. Masalahnya sampai sekarang penonton Indonesia bayar untuk konten tapi mereka belum tahu mereka bayar untuk konten itu," ungkapnya.

"Seperti kalau orang beli DVD di mall, mereka spend Rp 15.000 naik ojek ke mall nanti bayar Rp 7.000 untuk DVD, nanti ada Rp 15.000 lagi untuk pulang. Itu mereka bayar, yang hitungannya adalah Rp 7.000 dibandingkan dengan Rp 50.000 di bioskop," imbuhnya.

Langkah yang akan terus dilakukan pihaknya adalah memberikannya edukasi akan pentingnya menonton konten legal. "Orang harus mengerti bahwa mereka sudah. Mereka harus berubah ke legal," jelasnya.

Advertisement

Edukasi yang kerap dilakukan kepada masyarakat, yakni jika masyarakat menonton film lewat platform nonton film legal, seperti Viu, maka hasil yang didapat akan digunakan lagi untuk pengembangan ekosistem perfilman Indonesia. Dengan begitu, akan ada makin banyak sineas dan film-film baru yang tentunya akan memanjakan penonton sendiri.

"Kita bantu untuk legal konten. Kalau ada penonton yang bantu di legal konten, kita bisa invest lebih baik di pasar Indonesia utnk lebih baik di pasar Indonesia. Kita bisa funding lebih besar untuk inisiatif atau program tapi sampai situ, kalau duitnya tidak masuk ke platform yang bantu buat sustainable content mungkin mereka bisa invest," ujarnya.

"Kita lihat bahwa behavior tidak sulit, tapi sampai sekarang orang-oranh di desa belum tahu mana yang legal mana yang tidak. Itu inisiatif dari kita dimana kita akan edukasi pelanggan ini adalah yang ilegal. Ayo bantu kita untuk naikin konten legal," tandasnya.

Baca juga:
Strategi Viu Buat Masyarakat Indonesia Tertarik Nonton FIlm Secara Legal
Viu Gandeng IKJ Bawa Karya Indonesia ke Panggung Global
Penyedia Layanan Nonton Film Online Hadir, Bos Bekraf Beberkan Untung Ruginya
Jurus Viu Hapus Pembajakan Film di Indonesia
Target Raup 60 Juta Penonton Film, Pemerintah Gandeng Viu
Viu Gandeng Bekraf Kembangkan Ekosistem Film Indonesia

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.