Dulu Dibilang Gila, Pria ini Kini Menjadi Orang Terkaya
Miliarder asal Amerika Serikat (AS) Mark Cuban, menjadi kaya berkat layanan bisnis berbasis internet (streaming). Dia bercerita mengenai pengalamannya merintis bisnis berbasis internet di tahun 1990-an. Di mana saat itu internet menjadi hal baru sehingga bisnisnya banyak mendapat kritikan.
Miliarder asal Amerika Serikat (AS) Mark Cuban, menjadi kaya berkat layanan bisnis berbasis internet (streaming). Dia bercerita mengenai pengalamannya merintis bisnis berbasis internet di tahun 1990-an. Di mana saat itu internet menjadi hal baru sehingga bisnisnya banyak mendapat kritikan.
Bisnis Cuban dimulai pada pertengahan tahun 1990-an. Saat itu, dia didekati oleh temannya, Todd Wagner. Sebagai sesama penggemar olahraga, Wagner, mengatakan kepada Cuban, bahwa akan menguntungkan untuk memulai usaha mendengarkan permainan olahraga secara online.
Tanpa pikir panjang, Cuban setuju dengan tawaran temannya kemudian mereka bersama-sama menciptakan Audionet pada 1995. Selang berapa lama, usaha tersebut berganti nama menjadi Broadcast.com.
"Saat saya memberi tahu orang-orang tentang visi saya, mereka kemudian mengatakan, kamu gila. Saya lebih baik menyalakan TV saya. Saya akan nyalakan radio saja," kata Cuban dikutip dari CNBC, Selasa (12/4).
Cuban mengatakan, banyak orang memberikan ejekan dan tertawaan saat mengetahui ide tentang Broadcast.com. Meski demikian, dia mengaku tak mempermasalahkan setiap kritikan yang didapatkannya. "Saya tahu ini (Broadcast.com) adalah pemenangnya. Saya tidak memiliki keraguan dalam pikiran saya," jelasnya.
Cuban kini memiliki kekayaan sekitar USD4,4 miliar atau sekitar Rp63,8 triliun (kurs Rp14.500 per USD). Adapun hal yang meyakinkan miliarder ini menggarap Broadcast.com adalah adanya peluang pasar untuk streaming berkembang, yang kala itu disebut dengan istilah penyiaran jaringan atau penyiaran internet.
Kurva kinerja dan harga dari PC atau komputer pribadi, menurutnya, akan terus menguat serta harga disk drive dan bandwidth akan terus menurun. Hal-hal tersebut menjadi pondasi fundamental untuk streaming, sehingga dia mempertahankannya visinya untuk mengembangkan bisnis berbasis internet.
"Saya sangat yakin (saat itu) bahwa streaming akan mengambil alih semua televisi," ungkap Cuban.
Permintaan Terus Naik
Perusahaan pun berdiri dan pemasaran dilakukan, tak disangka permintaan terus meningkat dari masyarakat. Sebab ada kebutuhan, di mana masyarakat ingin mendengarkan pertandingan olahraga atau musik saat bekerja, tetapi tidak dapat menaruh radio di meja kerja mereka.
Seiring berjalannya waktu, Broadcast.com pun menambahkan kemampuan untuk bisa menonton video dengan audio. Inovasi itu yang membuat pendapatan perusahaan semakin melonjak. "Saya melihat dengan sangat cepat bahwa adopsi pengguna sangat besar,” kata Cuban.
Adapun pada tahun 1999, Broadcast.com diakuisisi oleh Yahoo senilai USD 5,7 miliar dalam bentuk kepemilikan saham. Hal itu pula yang kini membuat Cuban berinvestasi di perusahaan yang fokus pada cryptocurrency dan blockchain.
"Berinvestasi di perusahaan-perusahaan itu di saat ini, memiliki perasaan yang sama dengan masa-masa awal internet. Memulai hal yang akan menjadi besar. Untuk bisa sukses, kamu harus benar-benar percaya pada produk kamu," tandas Cuban.
(mdk/bim)