Dukung swasembada nasional, Sulteng larang penjualan sapi betina
Demikian pula dengan penyembelihan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.
Sulawesi Tengah merupakan salah sentra produksi sapi di Tanah Air. Karenanya, provinsi terluas di Sulawesi itu diandalkan untuk mendukung swasembada sapi nasional.
Kemudian, pemerintah daerah menargetkan peningkatkan populasi hewan memamah biak tersebut hingga satu juta ekor pada 2021. Untuk mencapai target itu, penjualan sapi betina ke luar pulau dan penyembelihan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat lokal pun dilarang.
"Apalagi jika ternaknya masih produktif," kata Kepala Bidang Peternakan Pemprov Sulteng Sitti Wahdaniah, seperti diberitakan Antara, di Palu, Rabu.
Menurutnya, penjualan sapi potong ke luar pulau masih marak. Terutama ke Kalimantan Timur untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat di daerah tersebut.
"Sulteng sejak dari dahulu merupakan sentra produksi ternak sapi potong," katanya. "Yang terkenal adalah sapi Donggala."
Selain melarang penjualan dan penyembelihan, pemda juga menggencarkan program sapi indukan wajib bunting (Siwab).
Jika sapi betina yang dimiliki masyarakat sulit bunting. Maka, petugas Dinas Peternakan di tiap kabupaten atau kota di Sulteng bakal membantu memerika dan memberikan obat agar sapi indukan bisa bunting kemudian melahirkan.
Di provinsi terluas di Sulawesi itu, harga jual sapi di tingkat petani bervariasa. Harga terendah Rp 8 juta per ekor dan tertinggi Rp 30 juta per ekor.
(mdk/yud)