LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Dukung industri 4.0, pengusaha tekstil minta pemerintah fokus pada distribusi

Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Ernovian G Ismy mengatakan, upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri manufaktur melalui percepatan implementasi revolusi industri ke-4 dinilai baik. Akan tetapi, pemerintah juga harus perlu melihat dari segmentasi pasar.

2018-04-11 19:02:02
Pertumbuhan Industri
Advertisement

Pemerintah telah menetapkan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) sebagai salah satu dari lima sektor prioritas program Industri 4.0 bersama industri makanan dan minuman, otomotif, elektronika, dan kimia. TPT dinilai perlu memiliki peta jalan yang jelas untuk bisa memanfaatkan teknologi demi mengoptimalkan bisnisnya.

Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Ernovian G Ismy mengatakan, upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri manufaktur melalui percepatan implementasi revolusi industri ke-4 dinilai baik. Akan tetapi, pemerintah juga harus perlu melihat dari segmentasi pasar.

"Kalau di tekstil sih kita sudah lama lah yak. Karena di tekstil itu dan garmen perkembangan teknologi setiap tahun itu kita harus ikuti ini kita harus peka karena kalau tidak kan sekarang semua berubah nih dunia berubah, ekonomi berubah, politik berubah, bisnis berubah bahkan perilaku konsumen juga berubah yang takutnya cuma satu pasar," kata Ernovian di Jakarta, Rabu, (11/4).

Advertisement

Menurutnya, industri telah siap dari segi produksi, namun yang dikhawatirkan adalah bagaimana proses pendistribusiannya ke depan. "Jadi benar-benar harus satu jalan produksi sudah bagus distribusi juga bagus. Yang kita lakukan kalau pemerintah sudah lakukan revolusi ini tolong siapkan pasarnya. Jangan mesin sudah canggih tapi mau dijual ke mana. Nah ini yang harus dipersiapkan," tambah dia.

Persoalan lainnya adalah bagaimana kebanyakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekerja di industri tekstil dan garmen itu rata-rata adalah berpendidikan SMA dan SMK. Artinya rata-rata usia mereka belum mencapai dari 18 tahun. Sementara, aturan ILO memperbolehkan batas minimal usia kerja adalah 18 tahun.

Dengan begitu, dirinya pun meminta kepada pemerintah untuk mempersiapkan program berbasis pelatihan. Agar mendorong SDM yang saat ini ada mampu berdaya saing global.

Advertisement

"Nah ini yang kita latih biar mereka bisa mengikuti perkembangan teknologi jangan sampai kita punya mesin masa yang mengoprasikan malah orang asing seharusnya orang kita. Di sini iuta minta pemerintah dukung kita untuk dukung pendidikan advokasi," tandasnya.

Baca juga:
Industri mainan keluhkan oknum polisi sidak pabrik tanpa izin
Kemenperin usul ESDM patok harga batubara untuk industri petrokimia
Industri hulu petrokimia tak siap hadapi revolusi industri k-4, ini sebabnya
Kemenperin: Suku bunga bank kita memang cukup tinggi, sudah jadi pembicaraan umum
Kemenperin: Pengusaha IKM jadi motor pertumbuhan di revolusi industri ke-4

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.