LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Dua kali kecelakaan, Freeport bukan perusahaan kelas dunia

DPR mendesak ESDM untuk memberikan sanksi tegas pada Freeport.

2014-09-29 11:23:29
Freeport
Advertisement

Kecelakaan yang terjadi di lokasi tambang PT Freeport Indonesia dua hari lalu rupanya melunturkan kepercayaan Indonesia akan perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut. Hal ini diungkapkan anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi Golkar Satya W Yudha.

Dalam kecelakaan tersebut, total ada empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang notabenenya bekerja sebagai penambang tewas.

"Saya komisi VII menyesalkan betul sudah dua kali," ucap Satya usai rapat pembahasan RAPBN 2015 di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Minggu (28/9) malam.

Peristiwa tersebut, lanjut Satya, mencerminkan bahwa kapabilitas serta kredibilitas perusahaan Freeport sama dengan sejumlah perusahaan tambang lainnya yang tidak maju.

"Kalau underground mining kecelakaan berarti sama saja seperti perusahaan tidak maju," ungkapnya.

Pihaknya meminta agar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan sanksi tegas atas insiden tersebut. "Harus kasih sanksi karena menyangkut keselamatan kerja, bisa penghentian aktivitas pada lokasi dianggap rawan ini harus dilakukan," tandasnya.

Seperti diketahui, pada hari Sabtu (27/9) telah terjadi kecelakaan tambang di lokasi jalan Tambang Terbuka Grasberg PT Freeport Indonesia (PTFI). Sebanyak empat orang pekerja dinyatakan meninggal dunia, sementara lima lainnya masih berada dalam perawatan di rumah sakit.(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.