LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

DPR minta Dahlan lapor presiden untuk segera tutup Merpati

Dahlan Iskan dituding tidak serius mencari solusi menangani persoalan Merpati.

2014-03-08 16:42:31
Dahlan Iskan
Advertisement

Maskapai Merpati Nusantara Airlines (MNA) hingga saat ini masih belum bisa keluar dari jurang masalah. Hutang perusahaan yang tembus Rp 7,3 triliun membuat operasional Merpati harus terhenti sampai sekarang.

Ketua Komisi VI DPR, Airlangga Hartanto menilai Merpati sangat sulit untuk disehatkan kembali. Dia meminta Dahlan mengurus ini secara serius dan bertanggung jawab atas semua kewajiban Merpati.

"Merpati sudah berat untuk beroperasi kembali, sebaiknya kementerian yang urus," ujar Ketua Komisi VI DPR, Airlangga Hartanto kepada merdeka.com, Sabtu (8/3).

Advertisement

Politisi Partai Golkar ini mengatakan pemegang saham yakni Menteri BUMN, Dahlan Iskan harus bertanggung jawab dalam penyelesaian karyawan dan kewajiban terhadap pihak ketiga. Pihak ketiga yang dimaksud oleh Airlangga adalah hutang avtur ke Pertamina.

"Iya kalau perusahaan sudah berhenti beroperasi bagaimana bisa mencoba mengajukan business plan baru dengan pihak ketiga tanpa adanya permodalan yang jelas," ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi VI DPR, Hendrawan Supratikno menuding Dahlan Iskan tidak serius mencari solusi menangani persoalan Merpati. Bahkan, pemerintah seolah-olah membiarkan Merpati mati secara perlahan. "Serba sulit. Kementerian BUMN tidak serius mencari solusi. Sepertinya merpati dibiarkan merayap atau meratap sampai mati," Kata Hendrawan.

Advertisement

Politisi PDI-P ini mengatakan jika pemerintah tidak serius menangani Merpati, sebaiknya dilaporkan ke Presiden untuk ditutup. Namun, pihak kompetitor yang mengincar aset-aset Merpati akan senang jika maskapai penerbangan tersebut ditutup.

"Kalau pemerintah tidak serius, sebaiknya Menteri BUMN lapor presiden supaya ditutup. Daripada enggak jelas begini. Argo biaya jalan terus. Yang jelas, akan ada pihak-pihak yang gembira bila Merpati binasa," jelasnya.

Kompetitor yang dimaksud oleh Hendrawan ini adalah Sriwijaya air, Susi air, wings air. Ketiga maskapai tersebut tentunya mengincar aset-aset Merpati yang masih berharga, termasuk SDM.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.