LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

DPR Ingatkan Pemerintah Antisipasi Kemarau Panjang

Darori mengatakan, potensi terjadinya puso dan gagal panen pada tahun ini bisa diantisipasi melalui sistem pengairan yang baik. Namun, pemeliharaan waduk maupun saluran irigasi yang ada saat ini belum sepenuhnya dilakukan dengan optimal.

2019-08-31 16:00:00
pertanian
Advertisement

Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro mengingatkan pentingnya antisipasi atas datangnya musim kemarau yang dapat berdampak pada turunnya produksi hasil pertanian. Demikian ditulis Antara Sabtu (31/8).

Darori mengatakan, potensi terjadinya puso dan gagal panen pada tahun ini bisa diantisipasi melalui sistem pengairan yang baik. Namun, pemeliharaan waduk maupun saluran irigasi yang ada saat ini belum sepenuhnya dilakukan dengan optimal.

"Ketika kita butuh air, justru kita tidak punya air. Maka saya usulkan kepada pemerintah, selain membangun waduk baru, waduk lama juga dipelihara. Sehingga bisa digunakan masyarakat di musim kemarau," kata Darori.

Advertisement

Selain itu, ia mengharapkan pemerintah juga memberikan perhatian kepada kebijakan subsidi usai masa panen bagi para petani dan jaminan atas kepastian harga hasil panen.

"Jangan sekarang hanya subsidi kasih traktor, pupuk. Kalau subsidi pasca panen, pasti petani berlomba-lomba untuk tingkatkan hasil produksi," ujar politisi Partai Gerindra ini.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor Dwi Andreas menambahkan musim kemarau yang dapat mengganggu pasokan pangan ini dapat diantisipasi dengan penyiagaan cadangan beras oleh Bulog.

Advertisement

Meski demikian, Bulog sudah memiliki penugasan untuk penyaluran beras program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui e-warung sehingga berpotensi mengurangi stok beras di gudang.

"Kalau itu berjalan, artinya berkurang sekitar satu jutaan ton, sisa sekitar 1,3 juta ton. Semoga tidak dipakai lagi untuk operasi pasar," kata Dwi Andreas.

Untuk itu, tambah dia, pemerintah harus melakukan perhitungan yang tepat dalam menghadapi potensi penurunan produksi pangan, apalagi minimal cadangan aman di Bulog sekitar 1,5 juta ton beras.

"Kalau stok di bawah satu juta ton itu artinya gawat lah. Amannya 1,5 juta ton sampai akhir tahun," katanya.

Baca juga:
30 Desa di Pati Kekeringan, Warga Cari Sumber Air ke Sawah
BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Bulan September
Pemerintah Diminta Perkuat Antisipasi Dampak Kekeringan ke Produksi Pangan
2.000 Hektare Sawah di Sumsel Terdampak Musim Kering
40 Hari Tak Turun Hujan, Sejumlah Daerah di Sumsel Mulai Alami Kekeringan
Antisipasi Kemarau Panjang, Warga Solo Diimbau Buat Lubang Biopori
BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau September dan Oktober

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.