Dorong Perekonomian RI, Menko Darmin Tekankan Peningkatan Ekspor dan Investasi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakernas) Kementerian Perdagangan di Jakarta. Dalam sambutannya, dia menyoroti beberapa hal terkait dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakernas) Kementerian Perdagangan di Jakarta. Dalam sambutannya, dia menyoroti beberapa hal terkait dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menko Darmin menyampaikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia salah satu pilar yang penting adalah perdagangan ekspor. Sebab, dengan pertumbuhan ekspor yang tinggi kemudian dapat diimbangi oleh impor maka secara otomatis pertumbuhan ekonomi RI dapat berjalan dengan baik.
"Perdagangan ekspor adalah salah satu pilar yang penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Ekspor juga bisa mempercepat pertumbuhan kalau kita bisa memperluas ekspor kita mencari market baru atau mengekspor komoditi baru," kata Menko Darmin dalam sambutannya di Jakarta, Selasa (12/3).
Kemudian pilar lain dalam memperbaiki pertumbuhan ekonomi RI adalah dengan menggenjot investasi dan konsumsi rumah tangga. Dengan dua komponen itu, maka diharapkan dapat menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Kalau Anda bayangkan identitas bersamaan dari PDB maka dia adalah terdiri dari konsumsi rumah tangga ditambah investasi. Artinya konsumsi biasanya meneruskan perkembangan dari tahun ke tahun. Sebelumnya dia jarang mengalami lonjakan dan penurunan signifikan kecuali ada kebijakan khusus. Kemudian investasi dia bisa datang dari dalam dan luar negeri. Itu sebabnya menjadi pilar mempercepat pertumbuhan ekonomi," bebernya.
Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut menambahkan, untuk meningkatkan investasi sendiri sebetulnya pemerintah sejak 2016 sudah menyiapkan beberapa rancangan ataupun kebijakan. Di antaranya melalui perizinan usaha yang mudah. Kemudian mengembangkan sistem perizinan online terpadu atau OSS serta pemberian tax holiday.
"Kita memperbaiki supaya investor tertarik dan lagi menganggap Indonesia itu negara yang sulit untuk memulai investasi," tandasnya.
Baca juga:
Sri Mulyani Beberkan Langkah Menjaga Ekonomi RI Meski Ada Guncangan Global
Menko Darmin: Pertumbuhan Ekonomi RI Sesuai Target Meski Pertumbuhan Global Dipangkas
Peraih Nobel Ekonomi 2004 Sarankan Indonesia Tak Alergi Investasi Asing
Di 2020, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Ditargetkan 5,5 Persen
UBS Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5 Persen di 2019