LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Dorong Ekspor Nonmigas, Australia dan Negara-negara Ini Jadi Incaran Kemendag RI

Selain perdagangan dalam negeri, Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI juga fokus meningkatkan perdagangan luar negeri atau ekspor nonmigas kala pandemi. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menjelaskan, pihaknya menargetkan ekspor nonmigas tahun ini tumbuh sebesar US$ 163 miliar.

2020-08-13 13:45:04
Kementerian Perdagangan
Advertisement

Selain perdagangan dalam negeri, Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI juga fokus meningkatkan perdagangan luar negeri atau ekspor nonmigas kala pandemi.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menjelaskan, pihaknya menargetkan ekspor nonmigas tahun ini tumbuh sebesar US$ 163 miliar.

"Namun, karena ada pandemi Covid-19, kinerja ekspor nonmigas Indonesia juga terdampak. Ada penurunan sekitar 13 persen dari target tersebut," ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto saat memimpin kunjungan Kemendag RI ke Emtek Group di SCTV Tower, Rabu malam (12/8).

Advertisement

Dalam kunjungan media tersebut, Menteri Agus Suparmanto membawa lengkap para pejabat setingkat eselon I Kemendag, yang didampingi Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga.

Menteri Agus menjelaskan, salah satu upaya pemerintah mendorong kinerja ekspor nonmigas tahun ini adalah meneken kerja sama perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA), seperti FTA Indonesia dengan Australia. Perjanjian ini sudah efektif per 5 Juli lalu.

FTA Indonesia-Australia ini diharapkan bisa mempermudah ekspor produk-produk asal Indonesia ke pasar Negara Kangguru tersebut.

Advertisement

Dalam paparannya, meski ada pandemi, di periode Januari-Juni tahun ini ekspor Indonesia tumbuh dan menjanjikan di beberapa negara tujuan seperti Swiss, Australia, Tiongkok, Pakistan, dan Amerika Serikat.

Misalnya di Swiss, ekspor Indonesia tumbuh 217 persen; Australia 14,9 persen; Tiongkok 12 persen, Pakistan 3,1 persen; dan Amerika Serikat 1,6 persen.

Sementara komoditas ekspor Indonesia yang tumbuh di periode tersebut adalah perhiasan/permata sekitar 36 persen, besi dan baja 35 persen, alas kaki 13,5 persen, dan sebagainya.

"Kami akan terus mendorong kinerja ekspor nasional dengan negara tujuan yang potensial, seperti Australia, Selandia Baru, Timur Tengah, Uni Eropa, Kanada, dan Meksiko," papar menteri Agus.

Enam Langkah Strategis Kemendag RI

©Liputan6.com/Johan Tallo

Secara umum, langkah strategis Kemendag RI untuk meningkatkan ekspor nonmigas nasional sebagai berikut:

(1) Memaksimalkan keberadaan perwakilan perdagangan di luar negeri untuk mengawal berjalannya ekspor ke negara akreditasi

(2) Penguatan daya saing UKM melalui pendampingan dan konsultasi desain, bantuan sertifikasi, rebranding, dan pendampingan eksportir baru

(3) Mendorong pemberian fasilitasi para pelaku ekspor khususnya UKM ekspor untuk ikut serta ke beberapa kegiatan promosi secara virtual

(4) Penjajakan peluang bisnis maupun one on one meeting antara eksportir dengan buyer di luar negeri secara virtual

(5) mendorong pelaku usaha ekspor segara memanfaatkan akses pasar ke negara mitra free trade agreement (FTA)

(6) Memberikan stimulus pembiayaan untuk meningkatkan ekspor dan perdagangan dengan membantu pelaku ekspor terdampak Covid-19

Sektor Usaha yang Cepat Pulih dan Lambat

Menteri dalam paparannya menyebutkan neraca perdagangan Indonesia di Juni tahun ini mengalami surplus sebasar US$ 1,27 miliar. Sementara pada Januari-Juni tahun inin neraga perdagangan Indonesia juga surplus US$ 5,5 miliar.

Kala pandemi covid-19, lanjut menteri, Kemendag memiliki tiga strategi utama perdagangan, yaitu produk yang positif selama pandemi, produk baru muncul akibat pandemi, dan produk yang pulih pasca-pandemi. Ketiga kategori produk tersebut diharapkan bisa mendorong ekonomi Indonesia melalui perdagangan.

Terakhir, Kemendag memperkirakan sektor usaha yang cepat pulih dari pandemi adalah ritel, makanan, pariwisata, dan hiburan. Sedangkan yang lambat pulih adalah transportasi.

(mdk/sya)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.