Dituduh jadi kartel motor, ini kata bos Yamaha
"Saya setiap hari terima email puluhan. Email dari berbagai pihak, apa itu jadi bukti selingkuh?," ujar Dyon.
PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) membantah adanya surat elektronik (email) yang berisi tentang koordinasi dengan PT Astra Honda Motor (AHM) untuk menaikan harga motor matik dengan kapasitas mesin 110 cc - 150 cc.
Executive Vice President YMMI, Dyonisius Betty mengaku, dirinya setiap hari menerima email dari berbagai pihak, namun tidak ada koordinasi dengan pihak AHM. Menurutnya, dokumen yang ditemukan oleh tim investigasi KPPU adalah email yang berasal dari internal YMMI sehingga tidak bisa dijadikan bukti 'selingkuh'.
"Saya ingin sampaikan setiap hari terima email puluhan. Email dari berbagai pihak, apa itu jadi bukti selingkuh? Tidak kan. Itu email internal. Bukan email Yamaha sama Honda. Sama sekali bukan. Kalau email janjian itu email dua belah pihak. Kita taruh email salah gitu? Itu enggak bener," kata Dyon usai sidang di kantor KPPU, Jakarta, Selasa (26/7).
Lanjut Dyon, dua perusahaan sebesar Yamaha dan Honda tidak mungkin melakukan kartel. Alasannya, dua pabrikan otomotif asal Jepang tersebut telah mengeluarkan modal besar untuk promosi, bahkan sampai melakukan kampanye hitam.
"Biaya untuk promosi itu enggak sedikit, biayanya cukup besar. Bahkan, di Indonesia biaya promosi itu nomor 6 pada industri dibanding industri lain. Kartel itu tidak perlu biaya promosi besar-besaran. Buat apa perang promosi. Sampai black campaign. Konsumen juga melihat jelas bahwa terjadi diskon besar-besaran," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mensinyalir PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Yamaha Motor Indonesia (YMI) melakukan praktik kartel sepeda motor matik 110-125 cc. Hal ini usai pihaknya mendapat bukti dokumen surat elektronik di mana kedua perusahaan melakukan komunikasi mengenai harga.
"Karena komoditi paling banyak diminati masyarakat. Penguasaan pasar di skutik tersebut perusahaan besar, kita monitor terus perilakunya," ujar Syarkawi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/7).
"Mereka berkoordinasi buktinya dokumen yang membuktikan email-emailan untuk koordinasi harga," tambah dia.
Baca juga:
5 Fakta mengejutkan dugaan kartel motor matik oleh Honda dan Yamaha
Sejarah motor Jepang rajai jalanan Indonesia hingga kartel harga
Terbukti bersalah, DPR minta harga skuter matik diturunkan
Bos Honda: Pejabat Yamaha ingin naikkan harga skuter matik
Dituduh kartel naikkan harga skuter matik, ini kata bos Honda
KPPU: Harga motor matik di Indonesia seharusnya cuma Rp 12 juta
Apabila terbukti bersalah, Yamaha dan Honda bakal didenda Rp 25 M