LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Disindir Hatta, Kementerian ESDM membela diri

Indikatornya, 2.000 konverter kit telah dibagi ke instansi pemerintahan untuk program konversi dari BBM ke BBG.

2014-03-24 13:47:33
Pembatasan BBM
Advertisement

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membela diri atas sindiran Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa soal program pengendalian konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Kementerian ESDM mengklaim telah menjalankan program tersebut.

Indikatornya, 2.000 konverter kit telah dibagi ke instansi pemerintahan untuk program konversi dari BBM ke BBG.

"Kita sudah anggarkan, artinya mendistribusikan 2.000 bukan 1.500, total anggaran yang dialokasikan Kementerian ESDM sudah didistribusikan ke semua seluruh kendaraan-kendaraan TNI, Polri, Pemerintah, ada juga ke pemerintah daerah," ujar Dirjen Migas Kementerian ESDM, Edy Hermantoro di JCC, Jakarta, Senin (24/3).

Advertisement

Jika Hatta mempertanyakan program tersebut yang tidak jalan, ESDM justru mengklaim makin gencar menjalankan program pengendalian BBM. Tak terkecuali untuk kendaraan pribadi. Namun, untuk tahun ini hanya difokuskan terlebih dahulu kepada instansi pemerintahan.

"Ya namanya orang itu kan tidak bisa langsung, tapi kalau orang pemerintahannya sudah pakai, kan ini sebagai percontohan," jelas dia.

Ke depannya Edy mengaku siap menerima berapapun anggaran yang dialokasikan pemerintah dalam program konverter kit. "Ya kita dikasih sedikit cuma 500 konverter kit ya kita mau," ungkapnya.

Advertisement

Sementara untuk proses tender pengadaannya, ditargetkan dimulai tahun ini. "Hingga saat ini masih banyak kendaraan-kendaraan untuk pemerintah daerah yang masih belum terpasang alat konverter," ucapnya.

Sebelumnya, tingginya konsumsi BBM bersubsidi berkorelasi dengan anggaran subsidi dan mengancam kesehatan fiskal negara.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Hatta Rajasa berjanji memfokuskan diri pada penyehatan defisit fiskal yang tidak boleh melebihi angka 3 persen. Konsumsi BBM bersubsidi tidak boleh melebihi kuota yang telah ditentukan dalam APBN.

Hatta lantas menyindir anak buahnya terkait program pengendalian konsumsi BBM yang jalan di tempat.

"48 juta kilo liter dijaga, jangan dibiarkan melebihi itu. Mana itu RFID, ngomong doang, capek kita. Pengendalian mana pengendalian," ucap Hatta di kantornya, Jakarta, Rabu (19/3).

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.