Disetujui Jokowi, negosiasi perdagangan bebas RI-Turki dipercepat
Diselesaikan bersamaan dengan perjanjian perdagangan bebas Asean dan Eropa.
Presiden Joko Widodo sepakat untuk memercepat pemberlakuan perdagangan bebas Indonesia-Turki. Ini dinilai menjadi terobosan buat Indonesia memerluas pasar internasional.
"Negosiasi pembicaraan sudah dimulai. Perjanjian perdagangan bebas penting dalam membuka pasar akses produk Indonesia. Dihilangkannya hambatan tarif membuat produk antarkedua negara bisa lebih bebas mengalir," kata Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil usai menghadiri forum bisnis Indonesia-Turki, Jakarta, Sabtu (1/8).
Forum itu dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan seratus pebisnis negara transkontinental tersebut.
Sofyan menargetkan negosiasi bakal tuntas akhir tahun ini. Dengan demikian, berbarengan dengan perjanjian perdagangan bebas Asean dan Eropa.
"Jadi kami selesaikan bareng Free Trade Agreement dengan eropa dan Asean."
Sofyan menilai Turki merupakan negara dengan teknologi dan industri maju. Makanya, dia berharap, negara dibelah Selat Bosporus bisa terlibat dalam pengembangan ekonomi Indonesia.
itu dapat membantu Indonesia dalam meningkatkan perindustrian dan perekonomian.
"Lokasi mereka juga merupakan jembatan Asia dan mereka pintu masuk yang paling cocok ke ke Asia tengah," ungkap dia.
"Engineering mereka di Asia Tengah, Timur Tengah, Eropa cukup capable. Banyak proyek infrastruktur disini, perusahaan-perusahaan Turki ini bisa berpartisipasi."
(mdk/yud)