LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Dipicu Perusahaan Tekstil, Kredit Macet di Solo Naik Tajam

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Eko Yunianto menyebut, tingginya NPL tersebut disebabkan salah satu debitur besar di bidang tekstil yang mulai masuk kategori non-lancar sejak September 2019 lalu. Sehingga pihaknya mempunyai PR besar untuk menangani kasus tersebut.

2020-03-09 16:17:19
Perbankan
Advertisement

Kredit macet perbankan atau non performing loan (NPL) di Kota Solo terus mengalami peningkatan. Hingga Januari 2020, peningkatan NPL tercatat mencapai 10,26 persen. Angka ini naik signifikan jika dibandingkan dengan Januari 2019 yang hanya 2,08 persen.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Eko Yunianto menyebut, tingginya NPL tersebut disebabkan salah satu debitur besar di bidang tekstil yang mulai masuk kategori non-lancar sejak September 2019 lalu. Sehingga pihaknya mempunyai PR besar untuk menangani kasus tersebut.

"Satu debitur ini saja kontribusinya 30 persen terhadap total jumlah debitur yang non-lancar lainnya. Kondisi ini tentu sangat mempengaruhi NPL secara keseluruhan. Karena outstanding-nya besar," ujar Eko kepada wartawan, Senin (9/3).

Advertisement

Eko mengaku telah berkoordinasi dengan industri jasa keuangan untuk melakukan monitoring terhadap memburuknya kualitas kredit ini. Jika kondisi tersebut berlarut-larut tanpa ada penyelesaian, dampaknya akan mengurangi potensi pendapatan industri jasa keuangan.

Pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya. Namun karena bank-bank besar yang memberikan pinjaman berkantor di pusat, pihaknya juga berkoordinasi dengan OJK pusat. Namun karena debitur besar itu berada di Solo, maka mempengaruhi NPL keseluruhan di Solo dan sekitarnya.

Advertisement

Tingkat Kredit Macet Tertinggi

Sementara itu, tingkat NPL tertinggi diduduki oleh Kota Solo sebesar 13,54 persen. Kemudian Boyolali sebesar 1,89 persen, Karanganyar 1,63 persen, Klaten 1,81 persen, Sragen 1,82 persen, Sukoharjo 1,73 persen dan Wonogiri 1,58 persen.

Eko menambahkan, meningkatnya NPL dipengaruhi oleh banyaknya debitur. Mulai dari debitur kecil, sedang, menengah, sampai besar.

"Industri jasa keuangan sudah melakukan upaya dengan adanya debitur yang mulai tidak lancar. Untuk membantu menyelesaikan keuangannya," pungkas dia.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.