LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Dipasarkan April, Mobil Pedesaan Akan Dibanderol Rp 70 Juta

Kementerian Perindustrian tengah gencar mendorong kemandirian nasional, salah satunya dalam mengembangkan kendaraan pedesaan atau Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) agar kompetitif di pasar nasional. Kendaraan ini rencananya mulai dipasarkan pada April 2019.

2019-04-12 20:06:50
Kemenperin
Advertisement

Kementerian Perindustrian tengah gencar mendorong kemandirian nasional, salah satunya dalam mengembangkan kendaraan pedesaan atau Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) agar kompetitif di pasar nasional. Kendaraan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pedesaan ini, rencananya mulai dipasarkan pada April 2019.

Direktur Industri Maritim Alat Transportasi dan Alat Pertahanan, Kemenperin, Putu Juli Ardika mengatakan, kendaraan pedesaan ini nantinya akan dibandrol sebesar Rp 70 juta. Angka tersebut dipatok lantaran seluruh komponen yang digunakan AMMDes ini memiliki spesifikasi tinggi.

"Kita ingin bawa kendaraan ini terjangkau dan murah. Kita kembangkan baru off the road Rp 70 juta," kata Putu di Bogor, Jumat (12/3).

Advertisement

Menurutnya, harga yang ditawarkan tersebut juga sesuai karena dilengkapi dengan teknologi engine power take off (PTO), sehingga tidak mudah slip saat berhadapan dengan medan licin. Apalagi seluruh komponen kendaraan ini juga sebagian besar menggunakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Kita tidak mau menurunkan spesifikasi karena AMMDes akan bekerja keras di jalan yang ekstrim. Dari sistem saja, itu semua sudah bagus. Kemudian dari aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan (sudah diuji)," katanya.

Untuk kecepatan maksimum kendaraan ini dibatasi aspek keselamatan. Di mana penggunaan maksimal hanya mencapai 55 kilometer per jam. "Kenapa dibatasi? karena bapak kalau dijalan minim infrastruktur cepet-cepet itu bukan kendaraan rusak tapi justru kitanya," imbuhnya.

Advertisement

Untuk diketahui, AMMDes ini merupakan implementasi dari program nawacita Presiden Joko Widodo. Salah satunya melalui pengembangan dari daerah ke desa, yang bertujuan menurunkan kesenjangan antar wilayah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman.

"Kita ciptakan alat satu unit berbeda sekali dari apa yang ada sekarang dan manfaatnya sangat luas. Jadi kita ingin memenuhi kebutuhan masyarakat yang benar-benar dibutuhkan ini bukan cuma-cuma tapi arahannya ke depan ini untuk bisnis. Sehingga kita bener-bener melakukan kajian-kajian bisnis model yang bagus seperti apa," pungkasnya.

Sementara itu, PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) sebagai produsen dari AMMDes sendiri mulai berencana menggenjot penjualan AMMDes di berbagai wilayah. Tingginya potensi penjualan dan efek positif yang dihasilkan dari hadirnya AMMDes di pedesaan menjadi salah satu alasan perusahaan untuk memaksimalkan ragam jalur pemasaran yang dimilikinya.

"Terkait produksi, saat ini KMWI memiliki kapasitas produksi sebanyak 3.000 unit per tahun. Rencananya perusahaan akan meningkatkan kapasitas terpasangnya menjadi 12 ribu unit per tahun di 2020," kata Presiden Direktur PT KMWI, Reza Treistanto.

Reza mengatakan, untuk pemasarannya sendiri pihaknya telah membagi dua segmen. Pertama adalah melalui pemerintah dan kedua adalah dengan menjualnya secara perorangan kepada masyarakat di desa.

Untuk target penjualan di segmen pemerintah, pada bulan ini KMWI berencana mendaftarkan produk AMMDes-nya dalam katalog elektronik atau e-catalogue, sehingga Kementerian ataupun Lembaga pemerintah lainnya yang ingin membelinya dapat mengaksesnya melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP).

"AMMDes sendiri saat ini baru tersedia dalam model off road, namun KMWI juga tengah berencana untuk meluncurkan AMMDes untuk on road," pungkasnya.

Baca juga:
Ekspor Tumbuh USD 25 Juta, IKM Gerabah dan Keramik Hias Masih Prospektif
Pertumbuhan Industri Kosmetik Ditargetkan Capai 9 Persen di 2019
Kemenperin Siapkan 9 Kota Jadi Pusat Pengembangan Industri Kreatif RI
18 Kawasan Industri Luar Jawa Siap Serap Investasi Rp 250 T dan 900.000 Pekerja
Industri Manufaktur Tumbuh, Grand Kartech Siap Sasar Pasar Ekspor
Kemenperin: Penunjukan LSPro dan Lab Uji SNI Pelumas Sesuai Undang-Undang

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.