LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

DIPA Makassar 2018 tembus Rp 14 T, terbesar di Sulawesi Selatan

Adapun total alokasi dana transfer ke daerah dan dana desa sesuai lampiran APBN TA 2018 untuk provinsi Sulawesi Selatan, yaitu sebesar Rp 31,253 triliun, terdiri dari alokasi DAU Rp 18,369 triliun.

2017-12-18 21:47:47
APBN
Advertisement

Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2018 mencapai angka Rp 14 triliun. Ini sekaligus menjadi daerah penerima tertinggi di Sulawesi Selatan.

"DIPA diserahkan lebih awal agar proses pelaksanaan pembangunan dan pencairan anggaran dapat berlangsung lebih tepat waktu dan dapat memberikan dampak ganda yang lebih besar bagi pembangunan perekonomian Sulawesi Selatan," ujar Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo seperti ditulis Antara Makassar, Senin (18/12).

Adapun total alokasi dana transfer ke daerah dan dana desa sesuai lampiran APBN TA 2018 untuk provinsi Sulawesi Selatan, yaitu sebesar Rp 31,253 triliun, terdiri dari alokasi DAU Rp 18,369 triliun.

Advertisement

Alokasi DAK fisik Rp 4,046 triliun, alokasi DAK non fisik Rp 5,285 triliun, alokasi DID Rp 489,75 miliar, alokasi dana desa Rp 1,986 triliun, dan alokasi DBH Rp 1,076 triliun.

Untuk Pemprov Sulsel sendiri, DIPA tahun 2018 mencapai Rp 5,543 triliun. Itu terbagi atas dana bagi hasil pajak Rp 276 miliar.

Dana bagi hasil sumber daya alam Rp 46 miliar, DAU Rp 2 triliun, DAK fisik Rp 395 miliar, DAK Non fisik Rp 2 triliun, dana intensif daerah Rp 16 miliar.

Advertisement

Sementara berdasarkan data dari BPKD, daerah penerima DIPA terbesar tahun 2018 yakni Makassar Rp 14 triliun, Kabupaten Bone Rp 2,6 triliun, kemudian Kabupaten Gowa Rp 1,9 triliun.

Wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto mengatakan capaian ini patut disyukuri karena kota Makassar merupakan jantung Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Karena mendapatkan kepercayaan ini. Saya pikir kan Makassar itu pusatnya Sulsel. Saya kira ini ke depan akan ada uang berputar di Makassar sebanyak Rp14 triliun demi menyokong perekonomian Kota Makassar untuk dua kali tambah baik," ucapnya.

Baca juga:
6 Kemarahan Jokowi sepanjang 2017 karena buruknya pengelolaan keuangan dan ekonomi
Utang asing pemerintah mengkhawatirkan
Presiden Jokowi murka masih ada kementerian gunakan anggaran untuk jalan-jalan
Presiden Jokowi: Opini WTP bukan prestasi tapi wajib
Perbaikan kualitas guru jadi kunci peningkatan pendidikan Indonesia

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.