Dikuasai Qatar, ini perjalanan panjang PT Indosat hingga ganti nama
Pemegang mayoritas saham PT Indosat yaitu Ooredoo Asia Pte. Ltd pernah menemui Dahlan Iskan di 2014 silam.
PT Indosat resmi mengganti namanya menjadi Indosat Ooredoo sebagai bagian dari transformasi perusahaan yang menyeluruh untuk menjadi pemimpin layanan digital di Indonesia.
Presiden Director and CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli mengatakan, identitas baru Indosat Ooredoo menggambarkan transformasi perusahaan yang menyeluruh dengan menjadikan digital sebagai "Device, Network, dan Application" (DNA) perusahaan.
Namun demikian, rencana penggantian nama ini sudah digaungkan Ooredoo Asia Pte. Ltd, sejak 2014 silam. Ooredoo Asia merupakan grup usaha di bawah naungan Qatar Telecom yang menguasai mayoritas saham PT Indosat. Selaku pemilik saham mayoritas, mereka ingin mengubah merek dagang operator seluler tersebut menjadi Indosat-Ooredoo di 2015 ini.
Di 2014 silam, Ooredoo sempat menemui Menteri BUMN, Dahlan Iskan perihal penggantian nama ini. Dahlan juga tidak melarang aksi korporasi Ooredoo karena mereka merupakan pemegang saham mayoritas.
Dahlan Iskan mempersilakan kalau Ooredoo berniat mengubah merek dagang Indosat. "Iya, sudah memberitahu begitu. Namanya akan diubah menjadi Indosat-Ooredoo," ujarnya sebelum mengikuti rapat di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (8/9) tahun lalu.
Indonesia tidak akan coba mengintervensi perubahan nama Indosat. Ooredoo menguasai 65 persen saham, disusul Konsorsium Skagen asal Amerika Serikat 15,29 persen. Sementara RI cuma memiliki porsi 14,29 persen, sisanya milik publik.
Karenanya, Dahlan menilai pemerintah tidak berhak menghalangi perubahan nama tersebut. "Itu urusannya pemegang saham mayoritas, kalau kita enggak apa-apa," kata menteri BUMN.
Dalam jumpa pers di Yogyakarta tahun lalu, CEO Ooredoo, Nasser Marafih menjelaskan bahwa pihaknya mengakuisisi pelbagai perusahaan telekomunikasi dunia. Rata-rata namanya diubah, sehingga memuat kata Ooredoo.
"Salah satunya bisa menghemat pengeluaran untuk kegiatan marketing dan promosi," ujarnya.
Perubahan nama Indosat ditargetkan terjadi pada 2015. Ooredoo akan menghubungi semua pihak terkait, termasuk regulator di Tanah Air, untuk memuluskan rencana tersebut.
"Saat ini sedang dalam tahap pembicaraan," kata Nasser.
(mdk/idr)