LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Dijual keluar negeri, Arwana Indonesia bisa laku hingga Rp 20 miliar per ekor

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rifky Effendi, mengatakan jenis ikan hias yang banyak diekspor Indonesia antara lain Arwana, Louhan dan Koi. Tujuan ekspornya antara lain China, Jepang, Singapura dan Amerika Serikat.

2018-10-15 19:51:20
Perikanan
Advertisement

Pelemahan nilai tukar Rupiah jadi momentum untuk mendorong ekspor komoditas ikan hias. Salah satunya, ikan jenis Arwana yang mempunyai nilai jual tinggi.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rifky Effendi, mengatakan jenis ikan hias yang banyak diekspor Indonesia antara lain Arwana, Louhan dan Koi. Tujuan ekspornya antara lain China, Jepang, Singapura dan Amerika Serikat.

"Koi produksi dalam negeri ini sangat potensial, dibandingkan negara asalnya yaitu Jepang. Dari sisi nilai, Arwana porsinya sekitar 30 persen. Karena nilainya saja ada yang sampai Rp 20 miliar untuk 1 ekor," kata dia di Jakarta, Senin (15/10).

Advertisement

Dia mengungkapkan nilai ekspor ikan hias Indonesia memang mengalami peningkatan tiap tahun. Hingga akhir tahun ini ditargetkan ekspor ikan hias nasional mencapai USD 30 juta.

"Ekspor ikan hias terus tumbuh, sejak 2014 itu USD 17 juta, di 2017 sudah USD 27 juta. Di 2018 sampai Agustus USD 21 juta. Memang market-nya di dunia tidak besar, hanya sekitar USD 300 juta. Akhir tahun ini kalau bisa sampai USD 30 juta sudah bagus," ujar dia.

Meski demikian, lanjut Rifky, secara nilai, ekspor Indonesia masih kalah dengan Singapura. Padahal, ikan hias yang dijual Negeri Singa tersebut berasal dari Indonesia.

Advertisement

"Kompetitor kita Singapura. Tapi ikannya dari Indonesia juga.‎ Secara volume kita tertinggi, tapi kita berusaha juga bagaimana secara velue kita juga nomor 1. Harapan saya low velue bukan untuk ekspor tetapi untuk pasar domestik karena market kita juga besar," jelas dia.

Agar secara nilai Indonesia bisa menjadi negara terbesar pengekspor ikan hias di dunia maka KKP akan memperkuat merek Indonesia untuk komoditas tersebut. Dengan demikian, negara lain tahu jika ikan yang diimpornya berasal dari Indonesia.

"Dari pada ke Singapura, mending langsung ke sumbernya, Indonesia. Di sini begitu banyak pilihan. Di situ kita perkuat branding-nya," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Tangkap ikan pakai peledak, 8 orang ditangkap di perairan Tapteng
Melihat aktivitas hari pertama pembukaan pasar ikan Toyosu
Polisi limpahkan kasus nelayan penangkap kepiting kecil ke DKP DIY
Tsukiji, pasar ikan bersejarah di Jepang yang terancam digusur
Menteri Susi perkirakan hasil ikan RI capai 15 juta ton di 2018
Kekhusyukan pencari ikan tunaikan salat di bibir Pantai Palangpang
Melimpahnya hasil tangkapan nelayan Sukabumi

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.