LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Didorong Kenaikan Harga Minyak Goreng, Inflasi Januari 2022 Diprediksi 2,1 Persen

Meskipun secara tahunan inflasi bulan Januari hanya 2 persen, namun angka ini dinilai cukup tinggi. Mengingat pada awal tahun ini tingkat permintaan berada di fase terendah dan masuknya varian omicron ke Indonesia mengganggu kepercayaan masyarakat untuk berbelanja.

2022-01-31 12:00:00
Minyak Goreng
Advertisement

Tingkat inflasi pada Januari 2022 diperkirakan akan berada di level 0,55 persen sampai dengan 0,6 persen secara bulanan. Sedangkan secara tahunan inflasi diprediksi 2,1 persen (yoy). Sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada Januari 2021 yakni 1,58 persen (yoy).

"Inflasi Januari 2022 diperkirakan 0,55 persen sampai dengan 0,6 persen (mtm) atau 2,1 persen (yoy)," kata Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Senin (31/1).

Bhima menilai, meskipun secara tahunan inflasi bulan Januari hanya 2 persen, namun angka ini dinilai cukup tinggi. Mengingat pada awal tahun ini tingkat permintaan berada di fase terendah dan masuknya varian omicron ke Indonesia mengganggu kepercayaan masyarakat untuk berbelanja.

Advertisement

"Dari sisi permintaan Januari itu low season, dan adanya varian omicron cukup berdampak ke kepercayaan masyarakat berbelanja," kata dia.

Kenaikan inflasi di bulan Januari masih didorong oleh kenaikan harga minyak goreng, telur ayam, daging ayam ras dan cabai rawit. Menurut Bhima, kebijakan minyak goreng satu harga yakni Rp14.000 per liter masih belum bisa menekan kontribusi minyak goreng terhadap inflasi.

"Naiknya harga minyak goreng yang belum bisa diselesaikan dengan kebijakan subsidi karena stok minyak goreng subsidi terbatas," kata dia.

Advertisement

Bhima mengatakan kemungkinan kenaikan harga akan terus terjadi hingga 2-3 bulan ke depan. Inflasi akan lebih tinggi pada bulan April karena ada momentum bulan Ramadan.

"Sejauh ini volatile food atau pangan, tapi pakaian jadi juga bisa mengalami kenaikan karena biaya bahan baku tekstilnya naik akibat disrupsi rantai pasok. Ada delay pengiriman juga yang sebabkan inflasi," kata dia mengakhiri.

Baca juga:
Masyarakat Mengeluh Sulit Dapat Minyak Goreng Murah
Mendag: Kebijakan DMO Minyak Goreng Tak Boleh Rugikan Petani Sawit
Airlangga Jamin Pasokan dan Harga Minyak Goreng di Salatiga Tetap Stabil
Airlangga Harap Harga Minyak Goreng Sesuai HET per 1 Februari 2022
KPPU Lanjutkan Dugaan Kartel Minyak Goreng ke Ranah Hukum

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.