LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Di Tengah Pandemi, Fitch Pertahankan Peringkat Laik Investasi RI

Lembaga pemeringkat Fitch mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil. Fitch menilai beberapa faktor yang mendukung afirmasi peringkat Indonesia yakni prospek pertumbuhan ekonomi jangka menengah yang baik dan beban utang pemerintah yang relatif rendah.

2020-08-10 19:42:10
Utang
Advertisement

Lembaga pemeringkat Fitch mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil. Fitch menilai beberapa faktor yang mendukung afirmasi peringkat Indonesia yakni prospek pertumbuhan ekonomi jangka menengah yang baik dan beban utang pemerintah yang relatif rendah.

"Lembaga pemeringkat Fitch mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada peringkat BBB (investment grade) dengan outlook stabil pada 10 Agustus 2020," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko dalam siaran pers, Jakarta, Senin (10/8).

Meski begitu, Fitch mengingatkan Indonesia akan menghadapi berbagai tantangan. Sebab Indonesia sangat bergantung pada sumber pembiayaan eksternal. Lalu penerimaan pemerintah yang rendah. Dari sisi struktural seperti indikator tata kelola dan PDB per kapita yang masih tertinggal dibandingkan negara peers.

Advertisement

Terkait pandemi Fitch menilai pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai kebijakan ekonomi dengan cepat. Memberikan dukungan mulai dari sektor rumah tangga, UMKM hingga korporasi.

Secara keseluruhan, jumlah dukungan pemerintah untuk mengatasi pandemi mencapai Rp695 triliun atau 4,4 persen dari PDB. Penyalurannya mencakup bantuan langsung tunai, penyediaan kebutuhan pokok, penyediaan jaminan, dan insentif perpajakan.

Advertisement

Fitch Optimistis Defisit Anggaran Indonesia Kembali di Bawah 3 Persen Pada 2023

Pemerintah juga menempuh sejumlah langkah terobosan yang bersifat sementara. Termasuk penundaan ketentuan batas atas defisit fiskal sebesar 3 persen dari PDB selama tiga tahun. Begitu juga dengan kebijakan pembiayaan defisit secara langsung oleh bank sentral.

Fitch memperkirakan defisit fiskal pada 2020 akan meningkat menjadi sekitar 6 persen pada 2020 dari 2,2 persen pada 2019. Hal ini dipengaruhi oleh belanja Pemerintah yang lebih tinggi di tengah penerimaan yang lebih rendah akibat perlambatan ekonomi.

Selanjutnya, defisit fiskal akan terus menurun menjadi 5 persen dan 3,5 persen masing-masing pada 2021 dan 2022. Ini sejalan dengan berkurangnya pengeluaran terkait pandemi.

"Fitch meyakini Pemerintah akan memenuhi komitmennya untuk membawa defisit fiskal kembali di bawah 3 persen dari PDB pada 2023," kata Onny.

Kesepakatan Burden Sharing Tak Akan Pengaruhi Inflasi 2020

Dalam menangani dampak negatif pandemi Covid-19, pemerintah bersama DPR dan Bank Indonesia sepakat menggunakan skema burden sharing. Pada Skema ini bank sentral akan menanggung beban bunga utang 100 persen  dari beban untuk public goods mencapai Rp 397,6 triliun. 
 
Lembaga pemeringkat Fitch menilai kesepakatan burden sharing ini akan membantu mengurangi beban bunga yang ditanggung pemerintah. Hal ini juga tidak akan memberikan tekanan inflasi tahun ini karena permintaan juga masih lemah. 
 
"Fitch memperkirakan kesepakatan ini tidak akan memberikan tekanan inflasi pada tahun 2020 seiring permintaan yang masih lemah," kata Onny. 
 
Selain itu, kebijakan moneter di Indonesia selama beberapa tahun terakhir ini juga dinilai kredibel. Sehingga  memberikan keyakinan kepada Fitch yakni kesepakatan burden sharing ini akan bersifat temporer (one-off).
 
Fitch mencatat Bank Indonesia telah menyediakan likuiditas bagi sistem perbankan sebagai respon atas terjadinya pandemi. Bank sentral ini juga melakukan  penurunan suku bunga kebijakan sebesar 100 bps sejak Februari 2020 menjadi 4 persen. 
 
Selain kondisi likuiditas yang memadai, Fitch menilai kondisi permodalan sektor perbankan. Pada capital-adequacy ratio, juga masih kuat. Saat ini ada   di angka  22,1 persen pada Mei 2020.
 
Secara khusus, Fitch menyoroti upaya Pemerintah untuk terus mendorong reformasi struktural. Dalam pandangan Fitch, dalam jangka menengah, berbagai upaya reformasi yang ditempuh Pemerintah berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi langsung asing.
 
 
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.