LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Di Tengah Pandemi Covid-19, Ekspor Ikan Asal Sumsel Naik Drastis

Ekspor ikan hidup dari Sumsel berupa ikan hias salah satunya, ikan Botia yang merupakan ikan hias asli Sumsel sebesar 196.079 ekor di tahun 2020.

2020-04-02 19:48:38
ekspor impor
Advertisement

Meski perekonomian dunia tengah lesu akibat penyebaran virus Covid-19, ekspor produk perikanan asal Sumatera Selatan pada triwulan pertama tahun ini justru meningkat drastis. Hal itu diketahui berdasarkan data lalu lintas perikanan yang terekam dalam Sistem Terintegrasi Karantina Ikan Online. Peningkatan signifikan tercatat baik volume maupun nilai ekspor produk perikanan beku maupun eksportir ikan hidup.

Pada periode Januari-Maret 2019, volume ekspor produk perikanan beku sebesar 118.677 kg dan periode pertama tahun ini meningkat menjadi 179.246 kg atau terjadi kenaikan 51 persen.

Peningkatan volume ekspor perikanan juga terjadi pada ikan hidup. Dari sebelumnya periode Januari-Maret 2019 sebesar 61.460 ekor meningkat 249 persen menjadi 214.760 ekor pada periode yang sama di tahun 2020. Ekspor ikan hidup dari Sumsel berupa ikan hias salah satunya ikan Botia yang merupakan ikan hias asli Sumsel sebesar 196.079 ekor di tahun 2020.

Advertisement

Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Palembang Sugeng Prayogo menjelaskan, ekspor produk perikanan beku atau olahan ini berupa komoditi udang beku dan paha kodok beku dengan negara-negara tujuan Belgia, Prancis, Jepang Malaysia, dan Australia. Pihaknya optimistis pandemi Covid-19 tak menyurutkan produktivitas periksa di Sumsel.

"Alhamdulillah ekspor komoditi perikanan dan produk perikanan langsung dari Sumsel pada periode Januari-Maret 2020 meningkat signifikan di banding periode yang sama di tahun 2019. Ini asa baru di tengah pandemi Covid-19," ungkap Sugeng dalam keterangan pers yang diterima merdeka.com, Kamis (2/4).

Advertisement

Rangkul UMKM

Pihaknya mencoba merangkul Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk ekspor produk perikanan melalui sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP) sehingga produk-produk mereka mampu diterima pasar luar negeri. Usaha ini berhasil terbukti di periode Januari-Maret 2020 ada 578 kgm produk perikanan kerupuk kemplang yang di ekspor langsung dari Palembang ke Singapura.

"Harapan kami lebih banyak lagi UMKM yang mampu untuk ekspor produk perikanan untuk meningkatkan taraf hidup mereka," ujarnya.

Menurut dia, trend baik ini akan terus terjadi di tengah pandemi Covid-19. Sebab, kebutuhan pangan seperti produk perikanan tetap dibutuhkan masyarakat.

"Ini kesempatan bagi kita untuk meningkatkan perekonomian dan menjual produk kita keluar maupun dalam negeri dengan kualitas yang bagus," pungkasnya.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.