Di Puncak Perayaan HUT ke-21, Menteri Rini Banggakan Aset BUMN Tembus Rp 8.000 T
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, selama berusia 21 tahun BUMN telah memberikan kontribusi besar terhadap negeri. Ini ditandai dengan berbagai program yang dilakukan BUMN seperti sembako murah dan beberapa program CSR lain untuk di daerah pelosok negeri.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyemarakkan puncak HUT Kementerian BUMN ke-21di Kantornya, Jakarta. Perayaan kali ini, ditandai dengan peresmian gedung baru sekaligus seremonial ground breaking BUMN Center.
Dalam sambutannya, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, selama berusia 21 tahun BUMN telah memberikan kontribusi besar terhadap negeri. Ini ditandai dengan berbagai program yang dilakukan BUMN seperti sembako murah dan beberapa program CSR lain untuk di daerah pelosok negeri.
Dia mengatakan, kontribusi nyata juga dapat dilihat dari kinerja 143 BUMN, dengan total aset yang terus meningkat tajam.
"Dan ingin saya sampaikan kembali bahwa aset selama 21 tahun BUMN betul-betul sudah mencapai tingkat yang cukup membanggakan karena kita punya aset di atas Rp 8.000 triliun dengan 143 BUMN," katanya di Kantornya, Jakarta, Minggu (5/5).
Di samping itu pendapatan BUMN juga telah mencapai di atas Rp 2 300 triliun dan laba bersih sudah capai di atas Rp 200 triliun. "Biar pun beberapa masih mempertanyakan tapi ini sudah audit jadi ini sudah benar di atas Rp 200 triliun," katanya.
Rini menambahkan, investasi BUMN pada 2018 juga telah mencapai sebanyak Rp 480 triliun. Hal tersebut tidak lepas dari upaya mendukung program pemerintah dalam perekonomian nasional.
"Jadi kontribusi yang sangat besar dari pajak dividen maupun pendapatan negara bukan pajak," tandasnya.
Baca juga:
Menteri Rini Resmikan Peletakan Batu Pertama Gedung BUMN Center
Wapres JK: Bandara Baru Yogyakarta Paling Modern di Indonesia
Stok Beras Melimpah, Bulog Bakal Ekspor Ke Malaysia
Garuda Indonesia Tak Akan Audit Ulang Laporan Keuangan
Menhub Budi Minta Garuda Indonesia Beri Harga Khusus untuk Mudik Lebaran
BUMN soal Kisruh Laporan Keuangan Garuda Indonesia: Kita Serahkan ke Regulator