Di Indonesia Langka Akibat Virus Corona, Ekspor Masker Bakal Dilarang Pemerintah
Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, akan menerbitkan aturan larangan ekspor masker. Larangan tersebut untuk mengantisipasi kelangkaan masker di Indonesia di tengah merebaknya virus Corona. Larangan ekspor tersebut untuk menjamin kebutuhan industri dalam negeri. Selain itu, juga kebutuhan masyarakat sebagai konsumen.
Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, akan menerbitkan aturan larangan ekspor masker. Larangan tersebut untuk mengantisipasi kelangkaan masker di Indonesia di tengah merebaknya virus Corona.
"Dan ini (masker) untuk sementara kita buat peraturan untuk melarang ekspor," ujar Mendag Agus di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3).
Mendag Agus mengatakan, larangan ekspor tersebut untuk menjamin kebutuhan industri dalam negeri. Selain itu, juga kebutuhan masyarakat sebagai konsumen.
"Kemudian kita juga akan terbitkan larangan sementara produk masker untuk menjamin kebutuhan industri maupun konsumen dalam negeri," jelasnya.
Pemerintah akan membuka lagi keran ekspor apabila seluruh kebutuhan masker dalam negeri sudah tercukupi. "Nanti disesuaikan sampai nanti kebutuhan cukup atau lebih. Kalau memang stoknya lebih, baru kita buka lagi," tandasnya.
Masker dan Hand Sanitizer Langka di Beberapa Wilayah
Indonesia positif dimasuki virus corona usai diumumkan Presiden Joko Widodo, kemarin. Pasca diumumkan, banyak warga merasa panik dan memburu banyak barang yang bisa melindungi diri dari virus corona.
Barang yang banyak dicari masyarakat khususnya di Jakarta yaitu masker dan hand sanitizer atau cairan pembersih tangan. Namun, saat dipantau di beberapa tempat, seperti apotek dan swalayan, stok masker dan hand sanitizer kosong.
Seperti di Naga Swalayan, stok masker sudah kosong sejak kemarin diumumkannya ada dua WNI terpapar virus Corona. "Maskernya sudah tidak ada, (stok masker kosong) sejak kemarin mbak," ujar salah satu karyawan Naga Swalayan, di TB Simatupang, Jakarta, Selasa (3/3).
Sementara untuk stok hand sanitizer, juga kosong. "Kemarin masih ada hand sanitizer, yang ukuran kecil dan besar, namun sekarang sudah kosong," kata karyawan tersebut.
Kemudian saat ditanya apakah dalam waktu dekat akan ada lagi stoknya, karyawan itu belum bisa memastikan. "Belum tau (ada atau tidaknya stok dalam waktu dekat)."
(mdk/bim)