Di forum APEC Manila, Wapres JK ditanya soal kualitas SDM Indonesia
Kualitas SDM Indonesia dinilai sudah baik, terbukti hampir 100 persen tenaga kerja Freeport berasal Indonesia.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) hari ini, Rabu (18/11) menghadiri APEC CEO Summit 2015, Summit Dialogue on Growth, di ShangriLa Hotel Makati, Manila. Dalam acara ini, seorang delegasi yang merupakan pengusaha asal Filipina bertanya mengenai kualitas SDM Indonesia kepada Jusuf Kalla.
Delegasi yang tidak diketahui namanya tersebut mengatakan, banyak pengusaha asal Filipina yang menduduki posisi penting di perusahaan-perusahaan di Indonesia. Dia mempertanyakan kualitas SDM Indonesia kepada Wapres JK.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kemudian memaparkan upaya pemerintah Indonesia meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi perkembangan dan daya saing global.
"Man power itu ada hubungannya dengan pendidikan dan pelatihan. Kita telah meningkatkan kapasitas pelatihan dan pendidikan di institusi kita, karena itu 20 persen budget (APBN) kita untuk pendidikan," jelas JK.
Oleh karena itu, lanjut JK, pendidikan merupakan salah satu program besar dari pemerintah Indonesia untuk menciptakan SDM yang mampu bersaing secara global.
JK pun mencontohkan penggunaan tenaga kerja Indonesia di Freeport yang sudah mencapai angka hampir 100 persen. Menurut JK, hal itu bisa terjadi karena kualitas SDM Indonesia yang sudah semakin baik.
"Kita harap SDM kita lebih berpendidikan dan mendapatkan pelatihan. Contohnya, proyek-proyek besar di pertambangan Freeport, 98 persen pekerjanya adalah orang Indonesia, cuma dua persen ekspatriat," ujar JK.
(mdk/idr)