Di akhir periode Tax Amnesty, menkeu rangkul pemuka agama nasrani
Di akhir periode Tax Amnesty, menkeu rangkul pemuka agama nasrani. Pemuka agama Kristen dan Katolik diharapkan untuk mensosialisasikan Tax Amnesty kepada jemaat di gerejanya masing-masing. Menkeu Sri berharap dengan dilakukannya pertemuan hari ini, penerimaan Tax Amnesty periode ketiga akan meningkat.
Menteri Keuangan Sri Mulyani terus berusaha menggenjot penerimaan negara melalui program Tax Amnesty atau pengampunan pajak. Di mana pada hari ini, Menkeu Sri menggandeng pemuka agama Kristen dan Katolik untuk mensosialisasikan Tax Amnesty kepada jemaat di gerejanya masing-masing.
"Hari ini kami kumpulkan dari kelompok agama. Sebelumnya dengan kelompok profesi, kita juga bertemu dengan kelompok sektoral. Tujuannya adalah supaya kami bisa memberikan pesan dan juga men-share persoalan yang sama," ujar Menkeu Sri di Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Senin (16/1).
Menkeu Sri mengatakan dengan melakukan dialog bersama elemen keagamaan diharapkan tidak ada lagi perbedaan informasi yang diterima masyarakat dalam permasalahan penerimaan pajak.
"Kami mengharapkan pemuka agama memiliki peran dan fungsi luar biasa. Kita tidak hanya mengharapkan dari sisi partisipasi menjelaskan soal ini saja. Kita perlu terus meneruskan pesannya," ungkap Menkeu Sri.
Menkeu Sri berharap dengan dilakukannya pertemuan hari ini, penerimaan Tax Amnesty periode ketiga akan meningkat. Selain itu, Menkeu Sri mengingatkan bahwa periode ketiga ini merupakan periode terakhir dari seluruh rangkaian penerimaan Tax Amnesty.
Baca juga:
Wapres JK: Kita tak lagi ampuni dosa orang lewat Tax Amnesty
Siasat OJK bantu pertumbuhan ekonomi di 2017
Per 31 Desember, dana repatriasi Tax Amnesty baru masuk Rp 112,2 T
Tunggakan pajak Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara capai Rp 600 M
Awal periode III, uang tebusan Tax Amnesty capai Rp 103 triliun
Periode II Tax Amnesty, antusiasme wajib pajak masih tinggi
Akhir tahun, peserta Tax Amnesty periode II capai 211.000 orang