Dewi Haerany, broker perempuan yang terkenal di komunitas Harley
Dewi Haerany, wanita asal Sukabumi menjadi seorang broker motor gede (moge). Ibu tiga anak ini mulai terjun ke dunia Harley Davidson sejak 2007. Dewi menceritakan awal mula menjadi broker moge. Saat itu, dia mencoba membantu temannya menjual kaos Harley Davidson asli dari Amerika Serikat seharga Rp 350.000.
Dewi Haerany, wanita asal Sukabumi menjadi seorang broker motor gede (moge). Ibu tiga anak ini mulai terjun ke dunia Harley Davidson sejak 2007.
Dewi menceritakan awal mula menjadi broker moge. Saat itu, dia mencoba membantu temannya menjual kaos Harley Davidson asli dari Amerika Serikat seharga Rp 350.000 di media sosial. Dewi pun menjualnya sebesar Rp 500.000.
"Kan lumayan tuh jadi dapat untung Rp 150.000," ujar Teteh saat ditemui merdeka.com di dealer Bikers Garage, Jakarta, Rabu (9/8).
Kemudian, selang beberapa waktu, Dewi diminta untuk menjual motor Harley Davidson. Awalnya, dia tak mengerti sama sekali soal motor gede itu. Namun, dia tetap membantunya untuk berjualan di media sosial.
Dan ternyata peminatnya cukup banyak. Kolom komentar Teteh dipenuhi dengan harga dan tipe Harley dari para peminat.
"Jadi misalnya ada orang hubungi Teteh, dia kasih harga misalnya Rp 300 juta. Dia kirim foto-fotonya. Yaudah Teteh posting di FB atau dulu kan masin zaman BBM, jadi nanti pada nanya-nanya," jelasnya.
Akhirnya, motor Harley jenis Crossbone tersebut laku terjual seharga Rp 300 juta. Dari situ, wanita yang akrab disapa Teteh ini langsung berinisiatif ingin menjadi broker motor gede.
Teteh pun tak sungkan untuk berkumpul dengan orang-orang di komunitas moge. Bahkan, ada yang banyak meminta motornya dijual melalui Teteh ini. Apalagi saat ini media sosial makin berkembang sehingga lebih mudah menawarkan moge.
Seiring berjalan waktu dan banyak peminat, Teteh mulai mencari tahu tentang Harley Davidson seperti jenis dan kapasitas mesinnya. Dia mempelajari secara otodidak hingga dan sekarang mengerti tentang motor-motor gede.
Awalnya, Teteh bukan cuma broker Harley Davidson. Tetapi, berbagai barang mewah jika ada orang yang minta tolong untuk dijualkan.
"Dulu enggak cuma Harley, tapi Teteh juga jualin jam tangan yang harganya ratusan juta, cincin bahkan pernah juga mobil Hammer. Pokoknya apa saja," katanya.
Dia menambahkan, selama menjadi broker tidak pernah mengalami kesulitan seperti ditipu atau dibohongi pelanggan. Sebab, komunitas moge itu sudah terkenal meski tidak pernah bertatap muka. Selain itu, orang-orang yang bergabung di komunitas tersebut tak terlalu banyak, sehingga kecil kemungkinan berbuat hal yang aneh-aneh. Intinya, lanjut Teteh, bisnis itu atas dasar kepercayaan.
Selama ini Teteh mengaku usahanya itu berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun. Terlebih lagi dukungan keluarga selalu membuatnya makin semangat menjalani usaha yang dicintainya itu.
Meski dirinya seorang broker Harley, namun Teteh juga jarang ikut touring atau mengikuti acara-acara berkaitan dengan Harley. Tapi dia terkenal di kalangan komunitas moge karena jasanya itu.
"Ya kalau broker wanita Harley cuma saya sendiri," ujar wanita 49 tahun ini.
Baca juga:
Puluhan warga Kediri ikut operasi katarak gratis
Moge Harley-Davidson kecelakaan di Daan Mogot, 1 tewas
Chandra meraup untung di tengah kelesuan bisnis Harley-Davidson
Geliat usaha bengkel Harley Davidson tak resmi di Malang
Harley Davidson Sportster 883 Martini Racing
Harley Davidson Indonesia stop servis moge Juni 2016