Dermaga utara JICT sepanjang 720 meter mulai dioperasikan TPK Koja
Sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan pelanggan JlCT, papar Riza, mulai hari ini juga sejumlah dermaga utara JlCT sepanjang 720 meter telah dioperasikan oleh TPK KOJA. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara JICT dan TPK KOJA untuk mangoperasikan dermaga utara JICT.
Wakil Direktur Utama Jakarta lnternational Container Terminal (JICT), Riza Erivan mengatakan, dukungan dan kerja sama dari para stakehokders membuat rencana kontingensi yang disusun manajemen dapat dilakukan secara optimal. Pada saat ini, JlCT menangani sekitar 42 persen dari total bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok atau sekitar 20 kapal per minggu.
Dia menjelaskan, kegiatan bongkar muat di JlCT telah dialihkan ke terminal lain seperti New Priok Container Terminal One (NPCT1), Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, dan Terminal Mustika Alam Lestari (MAL).
"Kami bersyukur dukungan dari stakeholders, mitra dan pekerja JlCT yang tetap bekerja membuat layanan kepada pelanggan JlCT tetap optimal. Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholders di Pelabuhan Tanjung Priok untuk menjamin situasi kondusif ini tetap terjaga" ungkap Riza saat konferensi perss di hotel Ambhara, Jakarta, Minggu (6/8).
Sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan pelanggan JlCT, papar Riza, mulai hari ini juga sejumlah dermaga utara JlCT sepanjang 720 meter telah dioperasikan oleh TPK KOJA. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara JICT dan TPK KOJA untuk mangoperasikan dermaga utara JICT.
"Sebelumnya TPK KOJA mengoperasikan dermaga utara sepanjang 300 meter. Agar layanan semakin optimal, mulai Minggu dini hari ini (6/8), TPK KOJA mengoperasikan seluruh dermaga utara sepanjang 720 meter," ungkap Riza.
Riza menegaskan, JlCT terus berkomitmen untuk memberikan layanan bongkar muat peti kemas yang efisien untuk mendukung peningkatan ekonomi nasional. Perusahaan juga akan menjalankan setiap aturan secara disiplin sesual tata kelola perusahaan yang baik dan good corporate governance.
"PT JICT bekerja sesuai aturan dan akan selalu menjalankan setiap ketentuan hukum yang berlaku. Dengan sistem tata kelola perusahana yang baik, JICT terbukti berhasil menjadi salah satu pengelola terminal peti kemas terbaik di dunia," ujar Riza.
Dalam kesempatan ini, Direksi JlCT mengimbau dan berharap para pekerja JlCT untuk segera bekerja kembali dan membangun JlCT sebagai aset nasional yang strategis di sektor pelabuhan. Menyangkut adanya perbedaan pendapat, hal tersebut dapat diselesaikan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Baca juga:
H+3 mogok kerja SP JICT, layanan Tanjung Priok diklaim terkendali
Menebak keuntungan SP JICT di balik penolakan perpanjangan kontrak
Menhub Budi: Operasional Pelabuhan Priok lancar meski ada aksi mogok
Ini kata Menteri Rini soal mogok kerja SP JICT
Bos JICT: Kewajiban bonus karyawan sudah dibayarkan Rp 45 miliar