LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Deretan perusahaan pelaku PHK Massal, hingga 30.000 karyawan

Perlambatan ekonomi global jadi penyebab adanya PHK massal ini.

2015-10-02 06:00:00
PHK Karyawan
Advertisement

Perlambatan ekonomi mulai mengguncang dunia. Banyak yang terkena imbas dari perlambatan ekonomi ini.

Mulai dari nilai tukar mata uang hingga beban produksi mengalami guncangan. Bahkan, banyak perusahaan multinasional di Indonesia yang mengurangi biaya produksi dengan cara memberhentikan para pegawainya.

Bukan hanya di Indonesia, pengurangan massal pun terjadi di Amerika Serikat (AS), Beberapa perusahaan dari negeri paman sam ini mengurangi pegawainya demi efisiensi dalam menghadapi lambatnya perekonomian dunia.

Advertisement

Sejumlah perusahaan asal AS ini yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal seperti dikutip CNN:

Hewlett Packard

Sejak dipimpin CEO Meg Whitman pada 2011, HP telah melakukan pemangkasan pegawai mencapai 85.000 orang. Jumlah tersebut termasuk 30.000 pegawai yang akan dipecat pada bulan ini.

Advertisement

PHK massal yang dilakukan HP ini berhubungan dengan pemecahan perusahaan itu untuk menjadi dua unit.

Yaitu HP Enterprise untuk bidang komputasi dan keamanan sistem. Lalu, HP Inc yang akan ditugaskan untuk menjual perangkat unit komputer.

Schlumberger

Anjloknya harga minyak dunia membuat perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi ini ikut melakukan pemecatan massal.

Schlumberger memutuskan untuk memecat 20.000 pekerja karena tertekan biaya produksi energi. pemecatan massal yang dilakukan perusahaan ini dibagi dua tahap dalam empat bulan.

Sekarang jumlah pegawai Schlumberger 15 persen lebih sedikit dari jumlah di pertengahan 2014, saat harga minyak dunia masih di atas USD 100 per barel.

Baker Hughes

Perusahaan jasa konstruksi minyak dan gas ini bakal melakukan pemecatan terhadap 13.000 pekerja. Hal itu dilakukan dalan tiga tahapan.

Pemecatan itu didorong akibat anjloknya harga minyak dunia di bawah USD 50 per barel. Bahkan, perusahaan ini berencana untuk merger dengan Halliburton dengan nilai USD 35 miliar atau setara Rp 512,8 triliun.

Perusahaan jasa ini paling agresif dalam memecat para pegawainya. Bahkan, Baker Hughes telah melakukan pengurangan pekerja mencapai 86.000 orang sejak penurunan harga minyak di 2014.

Halliburton

Perusahaan jasa konstruksi minyak dan gas ini telah melakukan pengurangan pegawai hampir 12.000 orang. Sama seperti Schlumberger dan Baker Hughes, pemecatan pegawai perusahaan jasa asal Amerika Serikat ini disebabkan turunnya harga minyak dunia.

PHK massal ini karena penurunan permintaan rig yang tajam di AS.

Caterpillar

Perlambatan ekonomi di China dan anjloknya harga minyak dunia menjadi penyebab Caterpillar memangkas jumlah pegawainya.

Perusahaan alat berat ini berencana mengurangi pegawai mencapai 10.000 hingga 2018.

Tahun ini, Caterpillar diperkirakan melakukan pengurangan pegawai yang mencapai 5.000 pekerja. Dengan begitu, perusahaan ini akan mampu menghemat USD 1,5 miliar atau setara Rp 22 triliun per tahun.

Sebanyak 10 persen omzet Caterpillar berasal dari China. Perusahaan eksplorasi tambang dan minyak juga membeli banyak alat berat dari perusahaan ini.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.