Demo Ahok 4 November buat negara rugi Rp 2,9 triliun
Aksi damai tersebut cukup memberikan dampak yang besar bagi perekonomian Indonesia. Apalagi, isu beredar akan ada aksi susulan sehingga dikhawatirkan juga berdampak bagi para investor yang akan menanamkan modalnya di dalam negeri.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaya mengatakan negara mengalami kerugian sebesar Rp 2,9 triliun akibat aksi damai 4 November 2016 lalu. Sebab, banyak kegiatan bisnis dan ekonomi yang terhenti akibat aksi tersebut.
"Katanya menimbulkan kerugian hingga Rp 2,9 triliun. Kemudian penurunan konsumsi masyarakat sebesar 60 persen, penurunan aktivitas 30 persen. Juga kerugian dari omset sebesar 500 miliar karena ada toko yang tutup sebanyak 20ribu. Ini masif," ujarnya di Hotel Ibis, Jakarta, Rabu (16/10).
Menurutnya, aksi damai tersebut cukup memberikan dampak yang besar bagi perekonomian Indonesia. Apalagi, isu beredar akan ada aksi susulan sehingga dikhawatirkan juga berdampak bagi para investor yang akan menanamkan modalnya di dalam negeri.
"Katanya ada demo lagi tanggal 25 November nanti, ini investor asing melihat faktor keamanan. Hal kecil tapi berdampak panjang kalau tidak segera diselesaikan," jelasnya.
Shinta memperkirakan, aksi susulan ini juga akan dibarengi dengan aksi unjuk rasa serta mogok nasional oleh para buruh. "Infonya di 25 nanti akan ditambah dengan demo buruh, ini akan bertambah dampaknya. Sayang pemerintah sudah berusaha mempercantik Indonesia tapi terjadi hal seperti ini," pungkasnya.
Baca juga:
Di daerah ini, Pertamina naikkan harga Pertamax & Pertamax Plus
Ini langkah pemerintah dorong keberlanjutan perikanan di Indonesia
Rupiah terperosok ke level Rp 13.401 per USD
Kadin soal Trump: Pengusaha AS minta kita tidak perlu khawatir dulu
KKP catat potensi ikan di Indonesia capai 9,93 juta ton per tahun
Kadin: RI negara kepulauan tapi mengandalkan transportasi darat
Menhub: Butuh Rp 1.600 T per tahun bangun infrastruktur transportasi