LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Delapan bendungan selesai dibangun tahun ini, termasuk Rotiklot di NTT

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian PUPR, Imam Santoso, mengatakan progres pengerjaan Bendungan Rotiklot yang terletak di Kabupaten Belu, Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut kini hampir menyentuh 100 persen.

2018-05-25 14:48:13
infrastruktur
Advertisement

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan, ada sekitar delapan proyek pembangunan bendungan yang ditargetkan bisa selesai pada 2018. Adapun bendungan yang diperkirakan paling cepat pengerjaannya adalah Bendungan Rotiklot.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian PUPR, Imam Santoso, mengatakan progres pengerjaan Bendungan Rotiklot yang terletak di Kabupaten Belu, Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut kini hampir menyentuh 100 persen. Rotiklot nantinya menjadi bendungan terbesar ke-3 di NTT.

"Yang paling cepat sebentar lagi Rotiklot. Progresnya sudah 98 persen. Selesai Lebaran, Presiden (Joko Widodo/Jokowi) mau ke sana," jelas dia di Bendungan Kuningan, Jawa Barat, Jumat (25/5).

Advertisement

Selain Rotiklot, dia menyampaikan, dua bendungan lainnya yang sudah mendekati tahap selesai ialah Bendungan Tanju dan Mila di Pulau Sumbawa, NTT.

Lebih lanjut, dia pun mengurutkan bendungan mana saja yang diperkirakan akan selesai paling cepat. Setelah Rotiklot, Tanju dan Mila, waduk berikutnya yakni Pasalloreng di Sulawesi, kemudian Logung di Jawa Tengah, Sri Gong di Batam, diikuti Sindang Heula di Banten dan terakhir ialah Gondang di Jawa Timur.

"Bendungan itu progresnya rata-rata sudah sekitar 80-85 persen," terang dia.

Advertisement

Terkait tantangan dan hambatan pembangunan semisal pembebasan lahan, Imam juga menyatakan, saat ini hal tersebut sudah bisa teratasi dengan adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 105 tahun 2015.

"Sementara ini tidak ada. Kalau dulu, tantangan yang paling utama di tanah sebenarnya. Tapi dengan adanya PP 105 tentang penggunaan kawasan hutan bisa diatasi masalah itu," tandas Imam.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Penerbangan internasional Bandara Husein Sastranegara dialihkan ke Bandara Kertajati
Bendungan Kuningan mampu penuhi kebutuhan air untuk 300.000 KK
Pembangunan mangkrak, anggaran Bendungan Kuningan membengkak Rp 18,58 M
Luhut: Bandara Kertajati akan jadi bandara terbaik ke-2 di RI
Menengok wahnya fasilitas Bandara Kertajati, terbesar kedua di Indonesia
Diresmikan besok, Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto dikelola AP I
Pembebasan lahan proyek LRT Jabodebek sudah 80 persen

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.