LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Defisit Makin Lebar Jika Masyarakat Mampu Gunakan Gas Elpiji 3Kg

Masyarakat golongan mampu diminta tidak menggunakan Elpiji 3 Kg bersubsidi. Sebab, akan merugikan kelompok masyarakat lain dan juga para pedagang kecil yang memang lebih berhak mendapatkan gas elpiji 3 kilogram.

2020-08-05 15:49:07
Gas Elpiji
Advertisement

Masyarakat mampu diingatkan untuk tidak menggunakan Elpiji 3 Kilogram (Kg) atau Elpiji bersubsidi. Ini penting untuk membantu meringankan beban pemerintah di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, Elpiji 3 Kg disediakan pemerintah untuk kelompok miskin. Namun hingga hari ini masih banyak digunakan oleh kelompok masyarakat mampu.

"Masyarakat mampu masih banyak kedapatan menggunakan Elpiji 3 kg. Ini juga terjadi karena disparitas harga dengan Elpiji non-subsidi yang masih besar," kata Mamit, di Jakarta, Rabu (5/8).

Advertisement

Menurut Mamit, jika kelompok masyarakat mampu menggunakan Elpiji 3 Kg bersubsidi maka beban keuangan negara akan meningkat. Sebab subsidi bertambah dan hal ini diperparah Dengan kondisi pandemi Covid-19 yang sedang terjadi.

Selain itu, saat ini 70 persen bahan baku Elpiji masih impor. Jika subsidi terus, defisit transaksi berjalan akan makin tinggi.

Dia pun meminta masyarakat golongan mampu tidak menggunakan Elpiji 3 Kg bersubsidi. Sebab, akan merugikan kelompok masyarakat lain dan juga para pedagang kecil yang memang lebih berhak mendapatkan gas elpiji 3 kilogram.

Advertisement

Jika kelompok masyarakat mampu masih bandel menggunakan gas Elpiji 3 kg, bisa dipastikan kuota Elpiji 3 Kg bersubsidi akan jebol dan ujung-ujungnya justru memberatkan Pertamina dan keuangan negara.

"Setiap kali over, maka ini menjadi tanggungan Pertamina. Sementara ketika kuota jebol dan terpaksa ditambah oleh Pertamina, belum tentu juga diganti pemerintah karena masih perlu dihitung selisihnya dan tergantung audit BPK," jelas Mamit.

Kuota Selalu Habis

Dia melanjutkan, jika kuota sudah habis, akan menimbulkan kelangkaan hal ini merupakan permasalahan klasik yang selalu timbul di setiap tahunnya.

Pemerintah pun perlu membuat kebijakan untuk mengendalikan konsumsi Elpiji 3 Kg bersubsidi agar tetap sasaran, salah satunya dengan menerapkan sistem distribusi tertutup.

"Ini lebih jelas asalkan datanya benar sehingga tepat sasaran dan jangan sampai ada kesalahan data. Salah satu kelemahan kita adalah akurasi data,” pungkas Mamit.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.