LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Defisit akibat subsidi BBM tahun ini bisa bertambah USD 300 juta

Anggaran untuk menalangi kerugian impor premium dan solar bisa melonjak dari patolan awal Rp 299 triliun.

2014-04-30 16:11:12
APBN
Advertisement

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengumumkan rancangan pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) untuk 2015 tidak jauh beda dengan asumsi makro tahun ini.

Menteri Keuangan Chatib Basri menilai, itu karena subsidi bahan bakar minyak (BBM) tahun depan diandaikan masih tetap menyedot anggaran cukup besar. Untuk tahun ini saja, anggaran untuk menalangi kerugian impor premium dan solar bisa melonjak dari patolak awal Rp 299 triliun. Itu karena pelemahan nilai tukar.

"Kalau deviasi (Rupiah terhadap Dolar Amerika) Rp 100 saja, tambahan defisit (2014) USD 300 juta. Jadi tergantung asumsinya. Masalah utama anggaran subsidi,"  ujarnya selepas mengisi forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional di Jakarta, Rabu (30/4).

Advertisement

Alasan lain RPJMN 2015 dibuat pesimistis lantaran SKK migas baru saja melaporkan penurunan lifting minyak nasional. Dengan semua alasan itu, Chatib menilai tidak elok bila pemerintahan saat ini membebani presiden baru dengan target yang kurang realistis.

"Kita masukan dalam skenario konservatif. Kalau ada upside lebih bagus. Paling enggak pemerintahan baru enggak sibuk, jadinya anggaran dibuat konservatif," kata Chatib.

Dalam RPJMN dari Bappenas, pertumbuhan ekonomi dipatok cukup rendah, di kisaran 5,5-6,3 persen. Inflasi moderat di level 4,5 persen, plus minus 1, sementara nilai tukar pun tetap di atas Rp 10.000, yakni di kisaran  Rp 11.500-12.000  per USD. 

Advertisement

Kendati demikian, Chatib tidak mau menegaskan bahwa penyesuaian subsidi BBM di APBN perlu dilakukan pemerintahan baru. Dia juga menolak berkomentar soal rekomendasi penaikan harga jual premium dan solar. "Tanya pemerintah baru," singkatnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.