Darmin: Sei Mangkei jadi kawasan ekonomi pertama beroperasi di 2016
Pemerintah berikan potongan dan insentif pajak dalam pengembangan kawasan ekonomi khusus.
Pemerintah berupaya menggerakkan perekonomian di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang telah lama dibangun. Cara yang dipilih dengan memberikan kemudahan dari libur pajak (tax holiday) hingga potongan-potongan pajak agar investor tertarik untuk menanamkan modalnya di kawasan tersebut.
Berdasarkan paket kebijakan ekonomi jilid VI setidaknya ada delapan KEK yang mendapatkan insentif tersebut. Delapan KEK itu adalah Tanjung Lesung (Banten), Sei Mangke (Sumatera Utara), Palu (Sulawesi Tengah), Bitung (Sulawesi Utara), Mandalika (NTB), Morotai (Maluku Utara), Tangjung Api-Api (Sumatera Selatan) dan Maloi Batuta Trans Kalimantan (Kalimantan Timur).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan KEK Sei Mangkei bakal menjadi kawasan ekonomi pertama yang akan beroperasi pada tahun depan.
"Ada yang bisa sedikit lebih cepat, ada yang bisa sedikit lebih lama. Kalau mengharapkan beberapa tahun semua selesai agak susah saya memprediksi. Tapi kalau ditanya ada tidak yang bisa mulai tahun depan kayaknya ada. Paling enggak Sei Mangke," terangnya di Kantornya, Kamis (5/11) malam.
Dia menegaskan pemerintah terus memberikan kemudahan untuk semuan sektor industri, tak terkecuali KEK Sei Mangkei. Kawasan ini bakal dikhususkan untuk industri kelapa sawit. Namun, lanjut Darmin, industri lain juga bakal dapat kemudahan pajak apabila ingin kembangkan KEK Sei Mangkei.
"Walaupun Sei Mangke itu fokusnya CPO, tetap saja industri lain dapat fasilitas meskipun tidak setinggi CPO," terangnya.
Untuk mempercepat beroperasinya ketujuh KEK lainnya, pemerintah akan kembali melakukan kajian terhadap daftar negatif investasi. Namun, mantan Gubernur Bank Indonesia ini enggan memberikan sektor mana yang akan dibuka untuk asing dalam kawasan ekonomi tersebut.
(mdk/sau)