Darmin nilai penurunan suku bunga tekan aliran uang panas
"Kita jangan membiarkan tingkat bunga terlalu tinggi, supaya kita juga terlalu banyak arus modal datang."
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyambut baik tren penurunan suku bunga acuan belakangan ini. Sebab, langkah tersebut dinilai bisa mengerem aliran hot money atau modal asing masuk ke Indonesia untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek.
"Kita jangan membiarkan tingkat bunga terlalu tinggi, supaya kita juga terlalu banyak arus modal datang, terlalu banyak beda dengan negara lain. Dan arah yang kita tempuh sudah betul, dengan menurunkan tingkat bunga," katanya dalam seminar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), di Jakarta, Rabu (2/3).
Selain itu, menurut Darmin, pemerintah juga akan mengatur debt to equity atau rasio utang terhadap ekuitas perusahaan. Ini untuk membatasi penarikan utang valuta asing oleh perusahaan swasta.
Pemerintah menginginkan agar modal asing mengalir tidak hanya ke pasar modal, tapi juga ke proyek infrastruktur.
"Kalau investasi asing langsung atau foreign direct investment itu susah ditarik ke luar. Tapi kalau dia cuma berputar di pasar modal, pasti mudah di bawa pulang."
Di sisi lain, dia berharap, inflasi bisa ditekan di level 4 persen tahun ini. Ini bisa terwujud jika persoalan pangan bisa teratasi.
"Kami tekuni 6 bulan terakhir, kami menghadapi situasi yang sulit dibayangkan. Jalur distribusi pangan mahal, kalau suplai kurang ya impor. Mestinya masalah selesai, tapi persoalannya selama puluhan tahun tidak selesai-selesai."
Dia mengungkapkan impor pangan membengkak setelah El Nino menghantam pertanian Indonesia pada 1998.
"Pada 1998 angka beras 7 juta ton, bayang-bayang itu yang menghantui," katanya.
"Impor bukan sekadar jumlah, tapi dibelakangnya ada pemain yang memukul pemain lain."
(mdk/yud)