Darmin nilai pencabutan subsidi listrik pelanggan mampu tak mendesak
" Maka itu perintahnya rekonsiliasi data dulu."
Pemerintah menilai pencabutan subsidi untuk pelanggan mampu yang mengonsumsi listrik 450 volt ampere dan 900 volt ampere tak mendesak. Makanya, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) diminta untuk menunda pencabutan dari rencana sebelumnya Januari menjadi Juni 2016.
Di sisi lain, keuangan perusahaan setrum itu dinilai masih sehat. Ini berkat efisiensi biaya pemakaian energi primer.
"Efisiensinya dalam penggunaan Bahan Bakar Minyak dan input energi banyak sekali, artinya sudah ada efisiensi. Apa betul perlu menaikan tarif?" ungkap Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Jakarta, Jumat (6/11).
Menurut Darmin, pemerintah memutuskan PLN terlebih dulu merekonsiliasi data pelanggan listrik subsidi dengan daftar keluar miskin dan rentan miskin milik Tim Nasional Percepatan Penanggulan Kemiskinan (TNP2K).
Nantinya, data hasil rekonsiliasi bisa dijadikan acuan PLN untuk memaksa pelanggan mampu masih mengonsumsi listrik subsidi menaikkan daya minimal 1.300 volt ampere. Jika pelanggan tetap berkeras mengonsumsi listrik 450 volt ampere dan 900 volt ampere, maka PLN bisa mengenakan mereka tarif kategori 1.300 volt ampere.
"Anggaran subsidi listrik memang turun, tapi biaya energi PLN sudah turun banyak. Maka itu perintahnya dalam rapat rekonsiliasi data dulu."
Baca juga:
Melirik efek dahsyat saat subsidi listrik dicabut Jokowi tahun depan
Pencabutan subsidi listrik timbulkan 5 juta keluarga miskin baru
PLN diminta hati-hati susun data penerima subsidi listrik
Mau gunakan listrik subsidi, sediakan kartu miskin
5 Fakta di balik pencabutan subsidi listrik 23 juta pelanggan