Darmin Nasution, super-sub di Bank Indonesia
Darmin hanya menjabat sebagai Gubernur BI selama 3 tahun 10 bulan.
Istilah super-sub biasa dikenal dalam dunia sepak bola. Istilah itu disematkan kepada seniman lapangan hijau yang bukan pemain inti dalam sebuah pertandingan, namun berhasil memukau penonton dengan aksi dan penampilannya mengolah si kulit bundar. Penyerang Manchester United, Javier Chicarito adalah salah satu super-sub yang di dunia sepak bola.
Istilah super-sub mungkin bisa dipakai dalam dunia keuangan dan moneter. Adalah Darmin Nasution, salah satu yang mungkin bisa didaulat sebagai super-sub. Terutama di lingkungan Bank Indonesia.
Disebut super-sub lantaran karir Darmin di bank sentral rata-rata sebagai pemain pengganti. Darmin adalah salah satu pejabat tinggi BI yang berasal dari luar bank sentral. Karirnya di BI cukup kinclong.
Usai 'lulus' dari posisi direktur jenderal pajak Kementerian Keuangan pada 2009, Darmin masuk lingkungan otoritas moneter ketika menduduki kursi Deputi Gubernur Senior BI. Darmin menjadi pengganti Miranda Gultom. Hanya setahun menjadi Deputi Gubernur Senior BI, Darmin langsung naik jabatan. Boediono yang terpilih menjadi wakil presiden mendampingi presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melepaskan jabatannya sebagai gubernur BI. Kekosongan kursi ini langsung disikapi DPR dengan menggelar fit and proper test untuk bakal calon gubernur BI menggantikan Boediono.
Darmin akhirnya terpilih menggantikan Boediono sebagai orang nomor satu di lingkungan bank sentral pada 2010. Hingga akhirnya, terhitung sejak hari ini, Rabu (22/5), Darmin lengser dari kursi yang telah didudukinya selama kurang lebih 3 tahun 10 bulan. Darmin Nasution akan segera digantikan oleh Agus Martowardojo yang terpilih oleh DPR pada 26 Maret 2013 lalu menjadi Gubernur BI untuk masa jabatan 2013-2018.
Kendati berasal dari eksternal BI, Darmin memiliki latar belakang karir yang panjang di sektor keuangan, utamanya perbankan. Berikut rekam jejak karir pria kelahiran Tapanuli, 21 Desember 1948 ini di sektor keuangan:
1. Anggota Dewan Komisaris PT Reasuransi Umum Indonesia, 1989-1995
2. Anggota Dewan Komisaris PT. (Persero) Asuransi Kerugian Jasa Raharja, 1995-2000
3. Anggota Dewan Komisaris PT. Pelindo I, 1998-2002
4. Presiden Komisaris PT. Inalum (Indonesia Asahan Aluminium), 1998-2002
5. Komisaris Utama PT Bank BTN 2000-2001
6. Komisaris Utama Bank Danamon Indonesia, 2002-2003
7. Anggota Dewan komisaris PT Bank Mandiri, 2003-2005
8. Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, 2005-2009
9. Direktur Jenderal Lembaga keuangan, 2000-2005
10. Ketua Bapepam dan Lembaga Keuangan, 2005-2006
11. Direktur Jenderal Pajak, 2006-2009
12. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, 2009-2010
13. Gubernur Bank Indonesia, 2010-2013
(mdk/noe)