LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Dampak Tapering Off ke RI Kecil, Rupiah Diprediksi Tetap Menguat

Direktur Ekuator Swarna Investama, Hans Kwee mengatakan bahwa dampak kebijakan moneter atau tapering-off yang dilakukan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed terhadap ekonomi Indonesia tergolong kecil.

2021-10-29 22:08:05
Kurs Rupiah
Advertisement

Direktur Ekuator Swarna Investama, Hans Kwee mengatakan bahwa dampak kebijakan moneter atau tapering-off yang dilakukan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed terhadap ekonomi Indonesia tergolong kecil.

"The Fed cukup transparan mengkomunikasikan kebijakan mereka. Jadi pasar kelihatannya tidak akan panik seperti yang terjadi seperti dulu," kata Hans Kwee dalam diskusi virtual bertajuk 'Momentum Pemulihan Ekonomi dan Imbas Tapering The Fed' pada Jumat (29/10).

Hans juga menyebutkan bahwa kebijakan moneter ini sudah diantisipasi pelaku pasar dan pembuat kebijakan cukup lama. Kondisi ekonomi Indonesia jauh lebih baik dibanding tahun 2013 silam, ketika tapering-off pada saat itu membuat nilai kurs Rupiah menyentuh level terlemah pada 2015, menjadi Rp 14.730.

Advertisement

Tetapi mata uang Rupiah saat ini, Hans menyebutkan, termasuk mata uang negara berkembang lainnya berada pada posisi undervalued. "Jadi posisi mata uang kita sangat undervalued dan kemungkinan kecil sekali bahwa Rupiah akan melemah," jelasnya.

Dia melanjutkan, dominasi kepemilikan asing di instrumen keuangan Indonesia relatif lebih rendah, di pasar obligasi goverment relatif rendah, di pasar saham pun juga lebih rendah. "Dan saat ini kita lebih melihat investor ritel itu naik sangat banyak jumlahnya, sehingga dampak dari tapering ini kemungkinan akan kecil," ujar Hans.

Pada Agustus 2021, Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 0-0,25 persen dalam rapat Federal Open Market Committee. Namun, Ketua The Fed, Jerome Powell sudah mengisyaratkan mulai mempertimbangkan untuk melakukan tapering off atau pengurangan stimulus besar–besaran di tahun ini.

Advertisement

Meskipun demikian, Powell juga memperingatkan bahwa mulainya tapering pembelian asset tidak dapat diinterpretasikan sebagai sinyal segera menyusulnya kenaikan suku bunga. Tapering-off, merupakan pengurangan stimulus moneter yang dikeluarkan bank sentral saat perekonomian sedang terancam dan membutuhkan banyak suntikan dana likuiditas.

Hal ini dilakukan The Fed dengan mengurangi ukuran program pembelian obligasi yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif (Quantitative Easing/QE).

Reporter: Natasha Khairunnisa Amani

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
3 Faktor Indonesia Bakal Kebal dari Dampak Tapering The Fed
Kurs Rupiah Melemah ke Rp14.158 per USD Dipicu Pernyataan Gubernur The Fed
Rupiah Ditutup Melemah di Tengah Ekspektasi Tapering The Fed
Ada Tapering Off, Pemerintah Diminta Tak Buru-Buru Naikkan Suku Bunga
Tapering The Fed akan Berdampak Signifikan ke 3 Sektor Ini
LPS: Dampak Tapering Off Masih Relatif Terbatas

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.