LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Dalam sebulan, orang kaya China kehilangan Rp 2.598 triliun

Total harta orang kaya China mencapai Rp 7.534 triliun.

2015-07-16 07:00:00
Orang terkaya
Advertisement

Pasar saham China dalam dua minggu terakhir anjlok sangat dalam. Bahkan, beberapa perusahaan sempat menghentikan perdagangan dengan membeli kembali saham mereka atau buyback di pasar.

The Shanghai Stock Exchange Composite Index dan Shenzhen Stock Exchange Composite Index sempat merosot tajam mencapai 30 persen dari puncak tertingginya. Ini terjadi karena kekhawatiran investor pada saham perusahaan China yang mengalami gelembung atau bubble. Fluktuatif pasar saham China juga menggerus kapitalisasi pasar dengan nilai mencapai USD 3 triliun.

Kemerosotan pasar saham ini berdampak pada harta kekayaan miliuner China. Data Forbes per Maret 2015 menyebut, total harta orang kaya China mencapai USD 565 miliar atau sekitar Rp 7.534 triliun. Angka ini naik USD 200 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Advertisement

Anjloknya pasar saham menggerus harta para miliuner China mencapai USD 195 miliar atau sekitar Rp 2.598 triliun. Setidaknya, 200 orang kaya China merasakan dampak turunnya pasar saham.

Dilansir dari Forbes, orang terkaya China Wang Jianlin kehilangan USD 6,5 miliar karena harga saham perusahaannya jatuh. Namun dia masih tetap menyandang gelar orang terkaya China dengan total kekayaan USD 32,3 miliar. Selain itu, Pony Ma yang merupakan bos Tencent juga kehilangan USD 1,2 miliar dalam satu hari. Saham perusahaan turun 13 persen di satu sesi perdagangan.

Pengusaha tembaga dan kabel, Wang Wenyin adalah orang paling menderita karena anjloknya pasar saham China. Dia kehilangan USD 7,3 miliar dalam satu bulan terakhir.

Advertisement

Bos Alibaba, Jack Ma juga harus rela kehilangan uang sekitar USD 3,7 miliar karena saham perusahaan e-commerce tersebut turun mencapai titik terendah sejak IPO. Penurunan saham Alibaba di pasar saham Amerika sebagai dampak melemahnya pasar saham China. Investor di Amerika mengurangi modal di perusahaan China yang terdaftar di Amerika.

Tidak hanya itu, miliuner Robin Li dan Richard Liu juga kehilangan uang masing-masing USD 1,4 miliar dan USD 1,7 miliar. Saham kedua perusahaan miliuner tersebut yaitu Baidu dan JD.com mengalami penurunan tajam.

Catatan Forbes menyebut, hanya 5 dari 205 miliuner China yang tidak menderita kerugian atau kehilangan uang. Mereka tetap mencetak kekayaan karena perusahaan tidak terdaftar di bursa saham. Misalnya, Ma Jianrong yang mampu mencetak uang USD 95 juta dari ekspor rajutan dan garmen. Kemudian Simon Xie dari Alipay dan Presiden Direktur Xiaomi, Lin Bin.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.