LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Dahlan tolak ide RNI soal pembelian lahan di Australia

RNI menginginkan pembelian lahan untuk sapi di Australia menggunakan skema konsorsium BUMN.

2013-06-27 09:01:40
Dahlan Iskan
Advertisement

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tetap tidak sepakat dengan Direktur Utama RNI, Ismed Hasan Putro dalam rencana mengelola dan membeli lahan ternak sapi di Australia. RNI ingin dalam pembelian ini menggunakan konsep bersama atau konsorsium BUMN.

Dahlan rencananya akan membeli sekitar 1 juta hektar lahan ternak sapi di Australia untuk pembibitan. Dalam rencana ini, Dahlan meminta 3 BUMN menyampaikan proposal kepada Dahlan, dan akan dipilih satu untuk melakukan aksi korporasi ini.

"Saya tetap tidak sepakat (dengan Ismed), prosedurnya terlalu panjang, lebih baik sendiri-sendiri (tanpa konsorsium)," ucap Dahlan di Gedung Mandiri Pusat, Jakarta, Kamis (27/6).

Advertisement

Menurut Dahlan, satu BUMN saja sudah cukup untuk membiayai dana investasi yang mencapai Rp 300 miliar ini. "Dana bisa dicari," katanya.

Sebelumnya, Dahlan akan menugaskan satu perusahaan pelat merah untuk mengeksekusi rencana ini. Namun sebelumnya, Dahlan akan menyeleksi 3 BUMN dengan menyampaikan proposal proyek paling lambat dalam satu bulan.

Dahlan akan menyeleksi dari 3 BUMN yaitu PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Perum Bulog, dan salah satu anak usaha PT Pupuk Indonesia.

Advertisement

Pikiran ini muncul karena untuk melahirkan anak sapi dan membesarkan lebih murah di Australia dibandingkan Indonesia. Setelah jadi nanti, anak sapi tersebut akan digemukkan di Indoensia.

"Menganakkan sapi di Indonesia itu biayanya Rp 9 juta per anak sapi, di Australia cuma Rp 2,5 juta. Sehingga ada pemikiran BUMN beli peternakan sapi di Australia khusus untuk menganakkan saja. Setelah anaknya besar, dibawa ke Indonesia digemukkan di Indonesia, boleh oleh BUMN, petani atau peternak. Ini yang terbaik," ujar dia saat ditemui di Istana Negara.

(mdk/bmo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.