LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Dahlan: Tol atas laut Pantura penting untuk 10 tahun ke depan

Menurut Dahlan, tol di atas laut merupakan solusi dari masalah pembebasan lahan di darat.

2013-11-14 15:46:19
Dahlan Iskan
Advertisement

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, menegaskan kalau pembangunan tol di atas laut Jakarta-Surabaya demi kepentingan masyarakat 10 tahun ke depan. Pembangunan tol di atas laut, menurutnya, sebagai solusi karena pembangunan tol di darat sudah tidak memungkinkan.

"Saya berharap diizinkan, apakah betul jalan tol yang di darat bisa selesai segera? Ini berpikir 10 tahun ke depan. Apakah 1 tol bisa menampung kendaraan yang terus tumbuh seperti itu. Cikampek seperti itu padatnya. Apakah bisa buat tol lagi di darat," ujar Menteri BUMN, Dahlan Iskan, usai rapat pimpinan di PT. ASEI, Kuningan Jakarta, Kamis (14/11).

Dahlan mengingatkan jika pembangunan tol di darat akan mengalami kendala dalam hal pembebasan lahan. Selain itu, pembangunan tol di atas laut ini lebih menguntungkan bagi anggaran negara. Pasalnya, proyek keroyokan 19 BUMN ini murni menggunakan pendanaan dari perusahaan pelat merah.

Advertisement

"Urgency tinggi dan praktis. Lagian, tidak mengganggu keuangan negara," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto mengaku belum mendapat laporan dari Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait rencana pembangunan tol atas laut Jakarta - Surabaya. Menurut Djoko Dahlan harus menyelesaikan beberapa syarat agar pembangunan tol itu bisa terealisasi.

"Itu memerlukan FS seperti apa, amdal seperti apa. Amdalnya kita pelajari dulu betul-betul," kata Djoko di JCC, Senayan, Jakarta.

Advertisement

Membangun tol atas laut Pantura tersebut tidak bisa asal-asalan karena perlu diteliti mengenai kelaikan, modal yang dibutuhkan dan kapan kembalinya serta banyak hal lainnya. "Ini harus betul-betul feasible atau tidak. Jalan tol ini apa modal bisa kembali. Jakarta - Surabaya 775 Km kalau lurus," katanya.

Djoko mengatakan jika Dahlan tetap ingin membangun mungkin bisa dilakukan dengan pembangunan bertahap. "Bangun sepotong-sepotong mungkin bisa. Ini ide bagus tapi harus buktikan studi kelaikan, amdal harus jelas," tutupnya.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.