Dahlan sebut Indonesia tak punya uang bangun kilang minyak
Satu kilang dengan kapasitas 300 ribu barel itu bisa Rp 80 triliun," ucap Dahlan.
Indonesia kini bukan lagi negara yang kaya energi, hal ini dapat dilihat dari produksi minyak yang belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selain itu, pengembangan energi baru terbarukan belum dapat dioptimalkan.
Tidak hanya itu, infrastruktur kilang minyak di Indonesia pun saat ini tidak bertambah lagi. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan pembangunan kilang belum terlaksana karena Indonesia tidak memiliki uang.
"Karena belum punya uang. Satu kilang dengan kapasitas 300 ribu barel itu bisa Rp 80 triliun," ucap Dahlan di Klender, Jakarta Timur, Selasa (25/3).
Pembangunan kilang ini selanjutnya diserahkan Dahlan ke PT Pertamina yang terlibat dalam pembangunan kilang minyak di Bontang dengan skema Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) setelah pemerintah Indonesia lakukan market consultation di Singapura beberapa bulan lalu.
"Kalau untuk membangun sendiri, Pertamina tidak, dananya tidak cukup kalau konsorsium saya silakan terserah direksi," tegasnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Jero Wacik mengaku malu lantaran jumlah kilang minyak di Indonesia yang tak kunjung bertambah. Dia mengklaim, selama ini telah berupaya keras agar kilang baru dapat dibangun.
"Rencananya nambah 3X300 atau 2X200, sejak jadi menteri ESDM sudah ada perdebatan tapi enggak berhasil, terus terang saya sudah malu," ujar Jero di Komplek DPR RI, Jakarta, Rabu (29/1).
Wacik mengakui, kilang yang ada saat ini tidak mampu memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri. Kapasitas kilang yang ada hanya dapat menghasilkan 820.000 Kilo Liter (KL). "Padahal kita butuhnya 1,5 juta, ya kurang," terang dia.
(mdk/idr)