Dahlan mimpi bangun tol dengan hanya satu pintu keluar
Dahlan menantang para penentang ide ini untuk mencari solusi yang lebih baik.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyesalkan kondisi tol di Jakarta saat ini yang sangat macet. Ini disampaikan Dahlan ketika dalam perjalanan bersama wartawan. Dahlan curhat saat ini saja kemacetan sudah sangat parah, dan bagaimana nanti tiga tahun lagi.
Untuk mengantisipasi kemacetan ini, Dahlan akan memberanikan untuk membangun jalan layang tol dari Cibubur sampai Tomang. Jalan tol ini nantinya adalah jalan tol jarak panjang yang tidak ada jalan keluar di tempat lain sepanjang dua daerah tersebut.
"Kalau ga ada keputusan sekarang 3 tahun lagi seperti apa (macetnya). Dulu saya mengusul jalan tol layang Cibubur sampai Tomang. waktu itu kemungkinan besar banyak ditentang," jelas Dahlan saat terjebak macet di tol Cililitan kepada wartawan di mobilnya, Jakarta, Kamis (23/5).
Dahlan mengakui akan banyak pihak yang menentang pembangunan jalan tol layang ini karena tidak mendukung angkutan umum. Namun Dahlan tetap akan membangun jalan tol layang sampai ditemukan cara lain mengantisipasi kemacetan.
"Banyak pihak tidak setuju karena tidak mengembangkan angkutan publik. Orang semakin menyenangi jalan tol. Jadi dulu ide itu tidak diseriusi. Sekarang kalau tidak ambil keputusan 3 tahun lagi bagaimana ini," jelas Dahlan.
Dahlan meminta kepada pihak penentang rencana pembangunan jalan tol layang ini untuk memberikan masukan solusi mengurangi kemacetan. Jika tidak ada cara lain maka Dahlan akan tetap membangunnya walaupun banyak yang menentang.
"Jalan tol alternatifnya. Saya minta Jasa Marga mematangkan rencana ini. 2 minggu saya minta di presentasikan kepada saya. Kalau tidak ada lebih baik urus izin saja," tegas Dahlan.
Rencananya jalan tol ini akan dibangun di atas jalan tol yang sudah ada dengan rute yang telah ditentukan. "Bagi yang menentang sampaikan ide lebih baik kepada saya, ini bukan harga mati. Kalau tidak ada saya akan paksakan," tutup Dahlan.
(mdk/bmo)