Dahlan: Harga BBM naik sejak zaman Soeharto sampai SBY
Dirut Pertamina menyadari ada pihak-pihak yang akan memanfaatkan momentum kenaikan harga BBM.
Gelombang penolakan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terus terjadi di berbagai daerah. Pemerintah menyadari kondisi ini, namun menyayangkan sikap orang-orang yang menolak kenaikan harga BBM.
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, sesungguhnya kenaikan harga BBM bersubsidi tidak perlu dibesar-besarkan. Sebab, kebijakan itu bukan hanya diambil oleh pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Mulai zamannya Pak Harto (Soeharto) hingga Pak SBY juga naik terus kan. Apa yang mau dipersoalkan," kata Dahlan saat ditemui di Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (18/6).
Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan menambahkan, ada segelintir orang yang sengaja memanfaatkan momentum menjelang kenaikan harga dengan menimbun BBM. Namun justru Pertamina yang dituding berada di belakang kelangkaan BBM. "Bahkan di negara sendiri mau mengecilkan pertamina," katanya.
Menurutnya, kenaikan harga BBM jangan dianggap merugikan dan semakin menjatuhkan rakyat kecil. Pandangan tersebut dinilai keliru. "Orang tidak mengerti dunia perminyakan tapi mau ngomong tentang minyak," tegas dia.
Seperti diketahui, tadi malam, DPR telah mengesahkan UU APBN-P 2013 yang salah satunya menyetujui pengurangan subsidi untuk BBM. Dengan keputusan ini, harga BBM dipastikan naik.