LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Curhat miris sopir UberCar cuma bawa pulang Rp 100.000 per hari

"Jadi sopir Uber enak? Kelihatannya enak, banyak yang kelihatan gitu kan tapi sebenarnya enggak."

2016-05-16 09:22:12
Taksi Uber
Advertisement

'Segala sesuatu yang kita dengar adalah pendapat, bukan fakta. Segala sesuatu yang kita lihat adalah perspektif, bukan kebenaran.'

Ungkapan Syaikh Al-Albani ini benar adanya ketika merdeka.com mendalami kehidupan salah satu sopir UberCar di Jakarta.

Apa yang dikatakan orang-orang perihal nikmatnya menjadi sopir UberCar karena ada jaminan penghasilan tinggi, nyatanya hanya bualan. Purwanto yang telah 1 tahun menjadi sopir UberCar tidak menggambarkan kisah seorang sopir berpenghasilan melebihi seorang manajer seperti yang digembar-gemborkan di media.

Advertisement

"Jadi sopir Uber enak? Kelihatannya enak, banyak yang kelihatan gitu kan tapi sebenarnya enggak. Capek di jalan, penghasilan juga engga sebesar apa yang dibilang orang-orang," kata Purwanto kepada merdeka.com di Jakarta, Senin (16/5).

Dengan penghasilan Rp 350.000 - Rp 450.000 per hari, Purwanto merasa hal tersebut standar layaknya taksi konvensional.

"Memang semua sopir Uber mobilnya punya sendiri? Enggak semua mas. Kayak saya gini, penghasilan rata-rata Rp 350.000 - Rp 400.000 per hari itu kotor. Potong bensin sama setoran paling-paling bersihnya saya dapat Rp 100.000 - Rp 120.000 per hari. Uber juga nggak ada bonus kan," jelasnya.

Advertisement

"Akhirnya penghasilan kita-kita (sopir Uber) enggak bisa bikin kita layaknya orang kantoran. Banyak yang ngirit, bawa makan sendiri, engga ngerokok dan lain-lain," tambahnya.

Di sela-sela pembicaraan, bapak satu anak ini meminta agar tidak banyak pihak yang meributkan kehadiran transportasi berbasis daring, karena semua sama-sama mencari nafkah.

"Kita penghasilan banyak yang sama kayak kalian (taksi konvensional). Persaingan makin berat, sama-sama susah cari penumpang. Sama-sama punya keluarga yang perlu dinafkahi, jadi kalau bisa damai saja, kalau perlu saling membantu," kata dia.

Dia berharap, kisah pahitnya tidak terulang kepada buah hatinya. Bagi Purwanto, akan selalu ada sinar terang di masa depan.

"Kalau sekolah kita nyari duit pakai pulpen, kalau kita di lapangan diomelin, cari duit pake otot. Sayang saya engga ada ijazah. Saya pengennya kerja kantor. Makanya anak saya suruh sekolah yang bener, biar tidak kayak bapaknya" tutupnya.

Baca juga:
Gara-gara pesan Uber, 5 penumpang dipaksa turun sopir taksi di jalan
Ini aturan baru Menhub Jonan untuk transportasi Uber dan GrabCar
Menhub Jonan: Uber dilarang di sebagian besar negara dunia
Uber nyatakan kesiapan aturan demi mengaspal di Indonesia
5 Bukti taksi konvensional kalah jauh dari GrabCar dan Uber
Sejak muncul GrabCar dan Uber, 17 perusahaan taksi mati suri
Pemerintah diminta bentuk lembaga khusus untuk transportasi online

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.